Poin-poin penting dalam diagnosis obstruksi arteri retina sentral

  Oklusi arteri retina sentral terjadi secara tiba-tiba, umumnya pada satu mata, tetapi dapat melibatkan mata lainnya beberapa hari atau beberapa tahun kemudian. Mayoritas pasien berusia di atas 40 tahun dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada jenis kelamin. Diagnosis oklusi arteri retina sentral harus ditegakkan dan pencegahannya harus dilakukan secara aktif.  Diagnosis 1: Pada pemeriksaan fundus, retina di kutub posterior mata keruh dan makula berwarna merah ceri, diameter arteri sangat sempit, vena menjadi tipis, dan batas-batas papila optik kabur. Pada tahap selanjutnya, kekeruhan retina berangsur-angsur menghilang, tetapi penglihatan tidak dapat dipulihkan karena lapisan dalam telah mengalami nekrosis dan atrofi, arteri menjadi lebih tipis seperti garis-garis putih, dan papila optik menjadi pucat.  Poin diagnostik 2: Angiografi fluoresensi fundus: fluoresensi mengisi arteri retina untuk jangka waktu yang lama; jika obstruksi belum membaik, angiografi tidak menunjukkan perfusi zat warna di arteri sentral. Dalam kasus obstruksi cabang, terlihat adanya gangguan aliran darah yang tiba-tiba pada suatu titik di cabang, dan titik ini adalah lokasi obstruksi.  Poin diagnostik 3: Penyakit ini harus dibedakan dari neuritis optik akut: pada neuritis optik akut, terjadi kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dengan papila optik yang padat, tidak jelas, dan sedikit meninggi, di mana di sekelilingnya terdapat perdarahan dan eksudat.  Poin diagnostik 4: Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba. Pada kasus obstruksi batang utama, terjadi kehilangan penglihatan total atau bahkan tidak ada persepsi cahaya; pada kasus obstruksi cabang, terjadi kehilangan lapang pandang pada area yang sesuai. Gangguan penglihatan sulit dipulihkan kecuali jika obstruksi dihilangkan dalam waktu singkat.