Kemerahan pada mata adalah masalah yang sangat umum. Dalam keadaan normal, mata Anda bisa menjadi merah ketika jari-jari Anda digosok, tetapi mata akan pulih dengan cepat. Namun demikian, bakteri, virus, alergi, bahan kimia atau beberapa penyakit lainnya dapat menyebabkan mata menjadi terinfeksi dan merah, yang mengakibatkan ‘mata merah muda’. Dalam hal ini, terutama membran transparan di atas putih mata yang tersumbat dan bengkak, dan kadang-kadang permukaan bagian dalam kelopak mata juga bisa terpengaruh. Ini adalah penyakit mata menular akut yang sangat menular dan dapat terjadi sepanjang tahun, dengan musim semi dan musim panas adalah yang paling umum. Ini adalah penyakit mata yang cepat menular melalui kontak, seperti kontak dengan handuk bekas, peralatan cuci, keran, gagang pintu, air kolam renang dan mainan umum. Akibatnya, penyakit ini sering menyebar luas di unit-unit kolektif seperti taman kanak-kanak, sekolah, rumah sakit, dan pabrik, yang mengakibatkan wabah epidemi. Pada tahap awal penyakit ini, pasien merasakan panas, terbakar, fotofobia, kemerahan dan sensasi benda asing di kedua mata, diikuti oleh kemerahan dan pembengkakan kelopak mata, sekresi dan robekan. Jika sejumlah besar cairan mukopurulen menempel pada permukaan kornea, mungkin akan terjadi penglihatan kabur sementara, dan setelah cairan diseka, penglihatan menjadi jelas. Jika infeksi bakteri atau virus mempengaruhi kornea, fotofobia, robekan, nyeri dan kehilangan penglihatan dapat terjadi. Apakah mata merah muda menular? Mata merah menular sangat menular. Ini dapat dengan mudah ditularkan melalui kontak orang ke orang atau dengan berbagi benda dengan orang yang terinfeksi. Batuk dan bersin adalah cara penularan lain yang mungkin terjadi. Anak-anak dengan mata merah muda harus tinggal di rumah dan menghabiskan waktu sesedikit mungkin di sekolah atau tempat penitipan anak. Mata merah yang disebabkan oleh reaksi alergi atau paparan bahan kimia tidak menular. Bagaimana cara mendiagnosis mata merah muda? Mata merah biasanya dapat didiagnosis berdasarkan tanda dan gejala yang khas. Pada sebagian kasus, diperlukan pemeriksaan lampu celah. Dalam beberapa kasus, cairan yang keluar akan dibuang dan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa guna menentukan jenis infeksinya. Mata merah bukan hanya tentang mata merah! Konjungtivitis kronis bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu yang mendasarinya. Yang paling umum adalah penyakit rematik, termasuk artritis reumatoid dan lupus eritematosus. Mata merah juga bisa dikaitkan dengan penyakit Kawasaki (penyakit langka yang menyebabkan demam pada bayi dan anak-anak) dan penyakit radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Penting untuk mengambil tindakan pencegahan ketika mata merah lazim terjadi selama musim semi: cuci tangan Anda secara teratur, jangan menggosok mata Anda, segera cuci tangan Anda setelah bersentuhan dengan orang yang menderita mata merah, disinfeksi barang-barang setelah digunakan dan segera pergi ke rumah sakit jika timbul masalah.