Kotoran bayi biasanya berwarna kuning dan teksturnya dapat bervariasi karena praktik pemberian makan yang berbeda. Kotoran bayi juga dapat terlihat putih pudar, hitam, hijau, atau mengandung darah, biasanya menunjukkan terjadinya obstruksi empedu, perdarahan saluran cerna, radang usus akibat virus, dan penyakit lainnya. Situasi yang umum terjadi adalah sebagai berikut: 1. Kuning: Dalam keadaan normal, bayi yang disusui ASI memiliki tinja berwarna kuning keemasan yang lembut dengan sedikit semburat hijau. Jika bayi diberi susu formula, warnanya akan sedikit lebih gelap, teksturnya juga relatif kering, tetapi tidak diperlukan perawatan khusus. Jika ada beberapa flap susu yang berminyak, Anda perlu mempertimbangkannya sebagai akibat dari gangguan pencernaan; 2. Putih keabu-abuan: jika tinja berwarna putih keabu-abuan, dan mata serta kulit bayi berwarna kuning, pertimbangkanlah sebagai akibat dari penyumbatan empedu, biasanya karena atresia bilier bawaan; 3. Hitam: sering kali mengindikasikan perdarahan saluran cerna bagian atas, termasuk tukak lambung, cedera kerongkongan, gastritis, prolaps mukosa lambung, dan lain-lain. 4. Hijau: Konsumsi sayuran yang dihaluskan, atau mengonsumsi obat atau susu formula yang mengandung zat besi juga dapat menyebabkan tinja berwarna hijau. Selain itu, radang usus akibat virus dan gangguan pencernaan juga dapat menyebabkan tinja berwarna hijau berbusa. 5. Darah yang tercabik-cabik atau darah segar: Hal ini dapat disebabkan oleh tinja yang terlalu kering dan pendarahan yang disebabkan oleh gesekan pada anus saat buang air besar. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan oleh tumor usus, polip usus, fisura anus, wasir, dan penyakit lainnya, yang penyebabnya harus diklarifikasi untuk mendapatkan pengobatan. Orang tua harus mengamati tinja anak mereka dalam kehidupan sehari-hari, jika ada perubahan warna atau bentuk, mereka harus memikirkan apakah ada penyakit dan mencari bantuan medis sesegera mungkin. Dan ibu menyusui harus memperhatikan pola makannya, jangan makan makanan yang terlalu berminyak dan pedas untuk memastikan kualitas ASI.