Pencegahan dan pengobatan kanker vulva

  1.Apa manifestasi dari kanker vulva?  Gatal-gatal dan nyeri pada vulva adalah gejala umum kanker vulva. Penyakit ini biasanya berlangsung lama dan sering disertai dengan lesi putih atau erosi vulva. Lesi yang paling sering terjadi di labia majora dan minora, klitoris dan perineum, yang dapat dimanifestasikan sebagai nodul atau bisul lokal yang tidak sembuh untuk waktu yang lama, dan pada stadium lanjut, pasien juga dapat mengalami peningkatan cairan bernanah atau berdarah dan nyeri buang air kecil serta ketidaknyamanan lainnya.  2.Bagaimana kanker vulva didiagnosis?  Kanker vulva terletak di permukaan tubuh. Diagnosis terutama didasarkan pada gejala klinis, tanda-tanda fisik dan biopsi. Untuk bisul atau benjolan yang tidak sembuh dalam waktu yang lama, konsultasi yang tepat waktu harus dilakukan dan biopsi harus dilakukan untuk memastikan diagnosis.  3.Apa itu lesi pra-kanker vulva?  Lesi pra-kanker pada vulva juga dikenal sebagai neoplasia intraepitelial vulva. Neoplasia intraepitelial vulva memiliki potensi keganasan tertentu dan kemungkinan berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa vulva sekitar 15%-25%. Setelah didiagnosis, oleh karena itu harus diobati secara agresif. Di antara mereka, pengobatan yang lebih disukai untuk lesi tingkat tinggi adalah eksisi bedah lokal.  4. Apa pengobatan untuk kanker vulva?  Pembedahan adalah pilihan pertama pengobatan untuk kanker vulva. Untuk kasus dengan jaringan kanker yang berdiferensiasi buruk dan stadium menengah hingga lanjut, radioterapi atau kemoterapi dapat dilengkapi.  5.Faktor risiko untuk kanker vulva?  Faktor risiko utama untuk kanker vulva adalah lumut sklerosis vulva atau penyakit radang vulva lainnya. Faktor risiko lainnya termasuk usia, virus papiloma manusia atau infeksi virus herpes. Selain itu, obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes mellitus juga merupakan faktor risiko kanker vulva.  6. Bagaimana prognosis kanker vulva?  Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun rata-rata kanker vulva adalah 75%. Semakin dini stadium klinis, semakin kecil lesi dan semakin sedikit metastasis kelenjar getah bening, semakin baik prognosis pasien. Oleh karena itu, pengobatan aktif lesi prakanker dan deteksi dini kanker vulva adalah langkah-langkah kunci untuk meningkatkan prognosis pasien kanker vulva.  7 .Bagaimana cara mendeteksi kanker vulva pada stadium dini?  Wanita disarankan untuk melakukan pemeriksaan vulva sendiri secara teratur dan pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan fisik. Untuk pasien dengan gatal vulva kronis yang tidak diobati secara efektif dan ulkus yang bertahan lama atau berulang, biopsi dini harus dilakukan untuk pemeriksaan patologis. Pasien dengan riwayat neoplasia intraepitelial vulva atau kanker vulva sebelumnya, serta mereka yang memiliki kulit vulva yang menebal atau hiperkeratotik, harus dirujuk ke klinik spesialis vulva untuk perawatan atau tindak lanjut.  8.Bagaimana cara mencegah kanker vulva?  Pasien harus menjaga vulva tetap bersih dan kering, melarang penggunaan obat-obatan yang mengiritasi atau sabun alkali untuk mencuci vulva, dan umumnya hanya menggunakan air hangat, yang tidak boleh terlalu panas. Pada saat yang sama, secara aktif mengobati peradangan ginekologi dan penyakit dalam kronis seperti mycosis fungoides, diabetes, hipertensi dan obesitas, serta mempromosikan gaya hidup sehat.