Perbedaan antara vaksin hidup yang tidak aktif dan yang dilemahkan untuk ensefalitis B meliputi prinsip produksi yang berbeda, dosis vaksinasi yang berbeda, dan siklus imunisasi yang berbeda. 1. Prinsip produksi yang berbeda: vaksin hidup yang dilemahkan adalah vaksin hidup yang terbuat dari bakteri dan virus setelah perawatan, yang tidak mudah untuk diangkut dan diawetkan. Vaksin inaktif untuk ensefalitis B adalah vaksin mati, yang relatif mudah diangkut dan diawetkan, karena bakteri dan virus telah kehilangan patogenisitasnya setelah perawatan. 2. Dosis vaksinasi yang berbeda: vaksin ensefalitis B yang tidak aktif biasanya perlu divaksinasi 4 kali untuk mendapatkan efek kekebalan yang baik, sedangkan vaksin ensefalitis B yang dilemahkan memiliki efek yang lebih lama pada tubuh manusia dan biasanya hanya perlu disuntikkan 2 kali. 3. Siklus imunitas yang berbeda: efek imunitas vaksin otak B yang dilemahkan hidup lebih baik, dan siklus perlindungan setelah vaksinasi juga lebih lama. Vaksin yang tidak aktif adalah vaksin yang terbuat dari virus mati, waktu kekebalannya relatif singkat, biasanya perlu vaksinasi ulang sekali dalam 3 sampai 5 tahun. Setiap jenis vaksin memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan disarankan untuk mendapatkan vaksin yang tepat sesuai dengan kondisi Anda dengan bimbingan dokter.