Berlari dan olahraga lainnya dapat menyebabkan peningkatan detak jantung pada orang normal, jadi tidak perlu khawatir. Jika gejala serangan panik serius, dianjurkan untuk berhenti berolahraga dan istirahat secara bertahap, dan jika gejalanya terus berlanjut, perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan minum obat.
Dalam keadaan normal, saat berlari dan olahraga lainnya, karena rangsangan saraf simpatis dan konsumsi oksigen tubuh meningkat, jantung akan mengimbangi peningkatan frekuensi kontraksi dan kekuatan kontraksi. Pada saat ini, kepanikan dan ketidaknyamanan bernapas dapat terjadi, yang merupakan perubahan fisiologis yang normal dan dapat diperbaiki dengan mengurangi intensitas olahraga dan beristirahat.
Jika serangan panik disertai dengan sesak napas dan nyeri dada, angina pektoris harus dipertimbangkan. Jika terdapat angina pektoris, dianjurkan untuk menghindari olahraga dan aktivitas berat, dan menggunakan obat-obatan seperti nitrogliserin untuk meredakan gejala saat terjadi.
Jika gejala-gejala di atas terjadi, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, dan obat-obatan di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter.