Sisik adalah serpihan tipis keratin epidermis yang akan luruh atau telah luruh. Ukuran, bentuk, ketebalan, jumlah dan warnanya bervariasi, ada yang kering, ada yang berminyak; sebagian besar merupakan kerusakan sekunder pada penyakit kulit dengan kerusakan eritematosa atau papular (misalnya psoriasis, dermatitis seboroik, pityriasis rosea). Penskalaan membawa rasa sakit fisik dan psikologis yang signifikan bagi pasien, sehingga pencegahan harus menjadi fokus utama dan pengobatan aktif, jadi untuk mencegah penskalaan apa yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari? Larutan garam atau asam borat 3% dapat digunakan untuk mencuci margin kelopak mata setiap hari untuk menghilangkan sisik atau keropeng, atau untuk mengoleskan antibiotik lokal seperti salep mata eritromisin atau aureomisin dan memijatnya selama l hingga 2 menit. Penggunaan tetes mata antibiotik harus dipertahankan sampai peradangan mereda selama 2-3 minggu untuk menghindari kekambuhan. Tindakan pencegahan hidup untuk pasien dengan blefaritis bersisik: 1. Jangan menggosok mata. Pasien dengan blepharitis sering kali memiliki tonjolan pustular di dasar bulu mata. Ketika mata digosok, margin kelopak mata yang meradang kemungkinan akan berdarah, bintil pecah dan bulu mata rontok. 2. Hindari larut malam yang berkepanjangan dan kurang tidur yang dapat memicu atau memperparah penyakit. 3. Berhenti merokok dan minum minuman keras, dan kurangi makan makanan pedas dan menjengkelkan. Tembakau, alkohol, dan makanan pedas yang merangsang dapat menyebabkan panas lembab menumpuk di limpa dan perut, memicu atau memperparah penyakit. 4. Hindari stres mental. Jika Anda berada di bawah tekanan mental yang berkepanjangan, sistem saraf dan sistem endokrin Anda akan terganggu dan fungsi kekebalan tubuh Anda akan rendah, yang dapat dengan mudah memicu blepharitis atau memperburuknya.