Pertama, stimulasi visual 1, bayi yang baru lahir terbangun dan percakapan tatap mukanya, saat anak dan Anda menatap wajahnya, perlahan-lahan gerakkan posisi wajahnya, untuk menarik perhatian anak agar mengikuti arah gerakan Anda. 2, di telinga bayi yang baru lahir (jarak sekitar 10 cm) panggil bayi kecil Anda dengan lembut, atau gunakan beberapa mainan yang mengeluarkan suara lembut atau mainan berwarna cerah untuk memikat anak agar mau mendengar dan melihat. 3, posisi terlentang, di bagian atas sekitar 20-30 cm menggantung karangan bunga berwarna-warni, balon, sebaiknya berwarna merah, atau ada juga yang bisa mengeluarkan suara mainan, setiap kali menaruh satu bagian, sering-seringlah berganti-ganti. 4. Putarlah musik ringan secara teratur, seperti “Liang Zhu” dan lagu anak-anak saat bangun tidur, dan lagu pengantar tidur sebelum tidur. Amati tangisan bayi yang baru lahir, cobalah untuk memahami alasan mengapa anak menangis, dan berikan perawatan yang tepat. Ajaklah anak berbicara lebih banyak, perhatikan ekspresi wajahnya, seperti cemberut, tersenyum, dan sebagainya, untuk lebih memahaminya. 2, mengolok-olok awal tubuh anak dapat digunakan untuk menyentuh tangan, mendorong senyum. Ketiga, tindakan 1, Anda bisa berlatih menggendong anak dengan tegak, sehingga kepala sedikit tegak. 2, posisi tengkurap, orang tua dari atas ke bawah membelai punggung anak, melatih kepala ke atas. 3, jangan memberi anak berkemas, aktivitas aktif anggota tubuh anak, dapat meningkatkan perkembangan otak. 4, lakukan senam bayi, 1-2 kali sehari. Keempat, sentuh 1, lakukan sentuhan kulit seluruh tubuh dengan lembut, terutama jari tangan dan kaki. 2, patuhi mandi air hangat setiap hari, latih kemampuan anak untuk beradaptasi dengan perubahan suhu.