Apa yang salah dengan detak jantung yang tiba-tiba?

Detak jantung yang tiba-tiba cepat dan panik dapat disebabkan oleh kondisi fisiologis seperti syok, atau penyebab patologis seperti hipoglikemia, takiaritmia, infark miokard, pheochromocytoma, dan sebagainya. 1. Kondisi fisiologis: Saat Anda ketakutan, stres, tegang secara emosional, atau sedang menjalani olahraga berat, jantung Anda tiba-tiba akan berdetak kencang dan panik karena eksitasi simpatis, yang merangsang jantung. 2. Kondisi patologis (1) Hipoglikemia: penurunan gula darah secara tiba-tiba menyebabkan kurangnya pasokan energi ke otot jantung dan jaringan lain di seluruh tubuh, yang secara refleks merangsang saraf simpatis dan menyebabkan detak jantung yang cepat secara tiba-tiba dan kepanikan. (2) Aritmia: seperti fibrilasi atrium, sinus/supraventrikular/takikardia ventrikel, dll. Pasien mungkin memiliki etiologi yang tidak diketahui, atau mungkin sekunder akibat penyakit jantung organik lainnya. (3) Infark miokard: Pelepasan plak arteri koroner menyebabkan oklusi pembuluh darah distal, dan suplai darah ke kardiomiosit menurun secara dramatis dalam waktu singkat, mengakibatkan nekrosis iskemik pada kardiomiosit, berkurangnya ejeksi ventrikel, dan peningkatan denyut jantung sebagai kompensasi untuk meningkatkan suplai darah, sehingga akan terjadi percepatan denyut jantung dan nyeri ulu hati secara tiba-tiba. (4) Pheochromocytoma: jaringan kromofobia medula adrenal secara intermiten mengeluarkan hormon katekolamin, yang menyebabkan peningkatan rangsangan jantung secara intermiten dan gejala mendadak seperti panik dan hipertensi. Detak jantung yang cepat dan panik secara tiba-tiba dapat berhubungan dengan berbagai faktor, dan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan diagnosis yang jelas agar tidak terjadi penundaan.