Jangan biarkan cara menyikat gigi yang salah merusak kesehatan anak Anda!

Hari Gigi tahun ini akan segera tiba, dan menurut data dari Survei Epidemiologi Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional Ketiga, hampir 7 dari 10 anak menderita karies gigi! Karies gigi tanpa disadari mengikis masa depan anak-anak Anda. Sebaliknya, di Eropa dan Amerika Serikat, angkanya hanya 26% di Inggris dan bahkan lebih rendah lagi di Amerika Serikat. Banyak orang tua tidak memikirkan karies gigi anak, mengira itu adalah gigi susu, toh akan selalu ada hari lepas, tetapi orang tua tidak tahu bahwa karies gigi membahayakan anak disertai dengan seumur hidup. 1, mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan normal anak-anak Anak-anak mengunyah mengalami hambatan untuk mengurangi frekuensi mengunyah, pencernaan pencernaan tidak dapat menyerap semua nutrisi makanan, pertumbuhan dan perkembangan normal anak-anak dengan mudah terpengaruh. 2, menginduksi penyakit menular lainnya Ketika bakteri menginfeksi ujung akar gigi, yang sering menjadi jaringan lesi, menyebabkan infeksi sistemik, sehingga dapat memicu penyakit selain mulut, seperti penyakit mata, radang sendi, demam rendah yang terus-menerus dan miokarditis dan penyakit lainnya. 3, mempengaruhi kesehatan mental anak Karies gigi depan anak, kebocoran bicara, dapat membuat anak menjadi enggan berbicara, dan lama kelamaan mempengaruhi kesehatan mental anak. 4, mempengaruhi kebiasaan makan dan nafsu makan anak Anak mungkin mengalami ketidaknyamanan dalam mengunyah setelah karies gigi, yang dapat mempengaruhi suasana hati anak untuk makan, dan dapat menyebabkan anak menjadi paranoid atau anoreksia setelah sekian lama. 5, gangguan hubungan oklusal gigi yang dibentuk oleh karies gigi susu yang mudah tanggal lebih awal, tetapi kemudian gigi susu tidak tumbuh sehingga celah antara gigi lebih banyak, gigi tetangga akan ke celah untuk tumbuh, mengakibatkan gangguan hubungan oklusal. Dari penjelasan di atas, karies gigi adalah bahaya kesehatan yang penting bagi anak-anak, dan membiarkan anak-anak belajar menyikat gigi, adalah cara yang sederhana, layak dan sangat efektif untuk mencegah karies gigi. Untuk menahan gigi berlubang bayi Anda, sebenarnya hanya membutuhkan waktu 2 menit dan 5 langkah kecil! Pelajari metode menyikat gigi yang populer di Eropa dan Amerika, Anda juga bisa membuat bayi Anda suka menyikat gigi! Langkah pertama dari metode menyikat gigi: lakukan pencegahan yang baik sebelum menyikat gigi Menyikat gigi memainkan peran yang sangat penting dalam pencegahan kerusakan gigi, tetapi ingin membuat efek pencegahan lebih signifikan, tetapi juga harus dilakukan: berkumur setelah makan, kurangi makan yang manis-manis, dan jangan makan sebelum tidur. Untuk mencegah plak pada akar masalahnya, penting untuk berkumur setelah makan, kurangi makan yang manis-manis, dan jangan makan sebelum tidur. Dengan mengontrol pola makan Anda setiap hari, Anda dapat meminimalkan kemungkinan terkena karies gigi. Anak-anak harus menghindari asupan gula yang berlebihan dan makanan yang terlalu halus. Menyikat gigi Langkah 2: Belajarlah untuk menyukai menyikat gigi Biarkan bayi Anda menyukai menyikat gigi, Anda harus belajar merangsang keinginan bayi Anda untuk menyikat gigi. kebiasaan menyikat gigi di sekitar usia 3 tahun akan berdampak langsung pada sisa hidup Anda. Penggunaan bentuk-bentuk kartun akan membantu menumbuhkan minat bayi Anda untuk menyikat gigi. Langkah ketiga dari metode menyikat gigi: terus merangsang keinginan untuk menyikat gigi bayi Gunakan sifat alamiah bayi – rasa ingin tahu, untuk menumbuhkan kebiasaan bayi yang berkelanjutan. Ikuti keingintahuan bayi Anda yang menggebu-gebu dan rangsang terus keinginan bayi Anda untuk menyikat gigi. Langkah keempat dari metode menyikat gigi: perawatan yang cermat selama periode penggantian gigi Periode penggantian gigi adalah puncak dari karies gigi dan periode paling rentan dari rongga mulut, jadi perawatan yang cermat sangat penting! Mulai dari usia 3 tahun, penggantian gigi susu, lebih banyak kebutuhan untuk membersihkan mulut, dan mengembangkan kebiasaan menyikat gigi yang baik. Kehilangan gigi susu yang tidak normal akan secara langsung mempengaruhi perkembangan gigi permanen!