Zhang datang ke klinik mata dengan cemas, “Dokter, mata saya berdarah! Warnanya merah cerah dan merah terang. Dokter memeriksanya dan melihat pendarahan merah terang di bagian putih mata kiri Zhang. Dokter menjelaskan kepada Bpk. Zhang bahwa itu adalah perdarahan subkonjungtiva. Apa yang dimaksud dengan perdarahan subkonjungtiva? Permukaan bagian putih mata adalah membran tipis yang disebut konjungtiva bulbi. Jika pembuluh darah di konjungtiva bulbi pecah, maka dapat menyebabkan perdarahan subkonjungtiva. Karena jaringan subkonjungtiva longgar, darah dapat dengan mudah terakumulasi dalam serpihan-serpihan, yang terlihat seperti serpihan darah berwarna merah terang. Pendarahan dapat berubah secara bertahap dari merah terang menjadi cokelat, perlahan-lahan memudar warnanya, dan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Mengapa perdarahan subkonjungtiva terjadi? Jarang sekali ditemukan penyebab pasti perdarahan subkonjungtiva. Faktor-faktor yang mungkin terkait adalah: 1) konstipasi; 2) batuk hebat; 3) muntah hebat; 4) angkat berat; 5) trauma; 6) hipertensi; 7) aterosklerosis; 8) nefritis; 9) kelainan darah; 10) beberapa penyakit menular (septikemia, tifus, dll.); 11) konjungtivitis. Cara menangani perdarahan subkonjungtiva 1. Pertama-tama, cari penyebab perdarahan dan obati penyebabnya. Jika perdarahan subkonjungtiva terjadi berulang kali, penyakit sistemik harus diselidiki. 2, perdarahan awal dapat berupa kompres dingin pada mata, dua hari setelah perdarahan hingga kompres panas, 2 hingga 3 kali sehari, untuk membantu menyerap perdarahan.