Perdarahan subkonjungtiva paling sering terlihat pada orang berusia di atas 40 tahun. Gambaran Umum Bercak merah pada sklera merupakan tanda perdarahan sklera, terutama akibat pecahnya pembuluh darah kecil pada mata, yang secara medis dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva. Biasanya berupa bercak merah tua yang dimulai dari bagian dalam mata dan secara bertahap menyebar ke seluruh sklera, atau di sekitar iris, atau pada kasus yang tidak terlalu parah, bercak merah tua ini dapat terbatas pada bagian dalam mata. Penyebab Terdapat lapisan air mata pada permukaan mata dan cuaca kering dapat menyebabkan penguapan air mata dari lapisan air mata semakin cepat. Selain itu, perdarahan subkonjungtiva juga dapat terjadi pada orang dengan peningkatan tekanan intraokular (misalnya pasien glaukoma). Oleh karena itu, pasien dengan perdarahan subkonjungtiva harus diukur TIO-nya terlebih dahulu. Penting juga untuk diperhatikan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dan konsumsi makanan yang mengiritasi juga dapat memicu perdarahan subkonjungtiva. Perdarahan subkonjungtiva tidak perlu dikhawatirkan, karena biasanya akan sembuh secara spontan dalam waktu 1 minggu pada kasus yang ringan. Dalam waktu 2 hari, kompres dingin dapat diaplikasikan pada mata untuk menghentikan pendarahan, dan setelah 2 hari, pengasapan air panas dapat digunakan untuk meningkatkan penyerapan darah pada mata, serta obat untuk menyempitkan pembuluh darah dan mengaktifkan stasis darah. Perdarahan subkonjungtiva biasanya hilang setelah 7 hingga 10 hari dan tidak ada gejala sisa yang tertinggal. Jika perdarahan subkonjungtiva sering terjadi, pasien harus diwaspadai kemungkinan adanya kelainan darah dan disarankan untuk menjalani pemeriksaan hematologi yang mendetail. Kondisi ini juga harus dibedakan dari konjungtivitis infeksi (umumnya dikenal sebagai “mata merah muda”), yang sering dikaitkan dengan keluarnya cairan lendir atau bernanah, dan harus segera diperiksakan. Pencegahan Pencegahan penyakit ini didasarkan pada mempertahankan gaya hidup dan jadwal kerja yang teratur, kontrol tekanan darah dan gula darah yang ketat pada pasien hipertensi dan diabetes, pemeriksaan rutin, pengukuran tekanan intraokular, dan kestabilan emosi pada orang paruh baya dan orang yang lebih tua di atas 45 tahun.