Baik wheals maupun chalazia, yang muncul sebagai benjolan pada kelopak mata, memiliki manifestasi klinis dan pengobatan yang berbeda. Presentasi klinis: 1. Chalazion: adalah peradangan kronis pada kelenjar kelopak mata. Benjolan ini biasanya tidak sengaja dirasakan atau ditemukan, dan ditemukan berukuran besar atau kecil; benjolan kecil mungkin seukuran sebutir beras (tidak terlihat tetapi dapat diraba) dan benjolan besar seukuran kacang tanah kecil; benjolan ini berbentuk subround, relatif keras, dengan batas yang jelas dan tidak dapat digerakkan; benjolan tidak nyeri, tidak melekat pada kulit, dan kulit di permukaannya tidak merah atau bengkak (Gbr. A). 2. Makroglosia: peradangan akut kelenjar kelopak mata, terbagi menjadi makroglosia internal dan eksternal. Hal ini dimanifestasikan oleh kelopak mata merah, bengkak dan nyeri lokal yang tidak berani disentuh (Gbr. B) AB Pengobatan: 1. Wheals: pengobatan diperlukan untuk mengendalikan infeksi, misalnya: tetes mata antibiotik lokal atau salep (misalnya tetes mata Tobex, 4-6 kali sehari; salep mata eritromisin, 1-2 kali sehari), yang dapat dioleskan secara lokal dengan panas; jika peradangan tidak dapat dikontrol, antibiotik oral diperlukan. Catatan: Jangan diperas! 2, chalazion: chalazion yang kecil dapat diserap dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan; chalazion dapat diangkat melalui pembedahan jika tumbuh dan pecah atau menyebabkan ketidaknyamanan mata. Selain itu, chalazia juga bisa sekunder akibat infeksi. Jika sekunder akibat infeksi, maka akan berperilaku mirip dengan wheals (kelopak mata akan merah dan bengkak, dan nodul yang keras akan sangat menyakitkan).