Diare adalah fenomena fisiologis yang terjadi pada bayi dan balita, biasanya antara 1-2 bulan setelah lahir, dan durasinya bervariasi dari satu bayi ke bayi lainnya. Selama tummy time, siklus buang air besar bayi Anda dapat diperpanjang, dari 2-3 kali buang air besar dalam sehari menjadi seminggu sekali, tetapi jika bayi Anda dalam keadaan sehat dan makan serta berat badannya normal, Anda tidak perlu khawatir. Ini karena bayi mencerna dan menyerap ASI dengan lebih baik dan menghasilkan lebih sedikit sisa makanan, sehingga frekuensi buang air besar yang berkurang adalah normal dan tidak memerlukan intervensi. Ketika makanan tambahan ditambahkan ke dalam makanan, atau ketika perut dan usus anak berkembang, tinja secara bertahap akan menjadi lebih teratur. Jika anak Anda mengalami diare, orang tua harus mengamati kondisi anak, membiarkannya minum lebih banyak air, memberinya pijatan perut yang tepat untuk mendorong pergerakan usus dan membantunya buang air besar, dan jika perlu, mengonsumsi probiotik usus di bawah bimbingan dokter untuk membantu pencernaan. Namun, jika anak Anda menangis, kembung, atau muntah selama periode diare, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi penyebabnya.