Ginjal “saluran pembuangan” tubuh

Ginjal manusia adalah “saluran pembuangan” tubuh manusia. Seperti yang kita semua tahu, begitu sistem pembuangan limbah suatu kota rusak, maka akan terjadi situasi yang buruk, yaitu limbah yang mengalir dan berbau busuk. Hal yang sama juga terjadi pada tubuh manusia. Kerusakan ginjal, sama dengan “limbah”, yaitu tubuh berbagai limbah metabolisme, racun, mengalir ke seluruh tubuh, dan jaringan tubuh, organ dan sel yang beracun, dan bahkan membahayakan kehidupan sel. Sebagai unit dasar tubuh manusia – sel dihancurkan, maka, kehidupan manusia dan aktivitas fisiologis normal tentu saja, juga terpengaruh, untuk lingkungan tubuh manusia, bukan bau busuk, tetapi sulit untuk bertahan hidup. Karena berbagai penyebab, fungsi ekskresi ginjal menurun secara signifikan, zat beracun tertahan, air tubuh, elektrolit, gangguan keseimbangan asam basa, yang menyebabkan berbagai gejala, seperti nafsu makan yang buruk, mual, muntah, oliguria, oedema, sesak di dada, kulit gatal, kelelahan, gangguan mental bahkan koma, secara klinis dikenal sebagai uremia, yaitu gagal ginjal. Jadi, apa saja peran ginjal? 1, menjaga keseimbangan air: ginjal melalui produksi urin untuk mencapai fungsi ini. Produksi urin adalah fungsi utama ginjal, produksi urin dari plasma, melalui filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus, sekresi tubulus dari ketiga proses tersebut harus diselesaikan. Dalam ketiga proses ini, selain pembentukan urin, ginjal pada saat yang sama sesuai dengan jumlah air dalam tubuh untuk mengatur jumlah urin, sehingga dapat menjaga keseimbangan air, untuk menjaga kehidupan normal manusia. 2, ekskresi produk metabolisme dan zat berbahaya (racun, obat-obatan, dll.): ginjal melalui pembentukan urin pada penyaringan plasma produk metabolisme tubuh dan beberapa racun lain ke dalam tubuh manusia, obat-obatan kimia yang disaring, menahan air dan nutrisi, dan melalui ekskresi urin dari limbah ini dan zat berbahaya di luar tubuh, sehingga memastikan stabilitas lingkungan di dalam tubuh manusia. 3 . Menjaga keseimbangan asam-basa: Ginjal mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh dengan mengeluarkan zat asam dan menyerap kembali zat basa, dan juga menjaga keseimbangan asam-basa dengan mengontrol rasio zat asam dan basa yang dikeluarkan. 4, untuk menjaga komposisi cairan tubuh, untuk menjaga keseimbangan elektrolit cairan tubuh: ginjal dapat mengatur zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia, seperti albumin plasma, glukosa, asam amino, hormon, vitamin dan garam anorganik, seperti kalium, natrium, klorin, dll., sehingga mereka hadir dalam tubuh sesuai dengan proporsi dan konsentrasi tertentu, untuk berperan dalam menjaga aktivitas kehidupan normal tubuh manusia. 5, fungsi endokrin: ginjal dapat mengeluarkan dan mensintesis beberapa zat, berperan dalam mengatur fungsi fisiologis tubuh manusia. Ini mengeluarkan renin dan prostaglandin, yang berperan dalam mengatur tekanan darah dan metabolisme air dan garam dengan mempengaruhi pembentukan angiotensin II. Ini berpartisipasi dalam hematopoiesis melalui produksi eritropoietin, yang merangsang proliferasi dan diferensiasi garis keturunan merah sumsum tulang dan meningkatkan eritropoiesis. Ia mensintesis 1,25-dihidroksivitamin D, yang berpartisipasi dalam pengaturan metabolisme kalsium dan fosfor dan berperan dalam menjaga struktur dan fungsi normal tulang. Dari pemahaman fungsi ginjal di atas, kita dapat melihat bahwa ginjal bukan hanya organ ekskresi sederhana, tetapi merupakan organ penting yang memiliki pengaruh penting terhadap lingkungan internal dan aktivitas fisiologis normal tubuh manusia, yang sangat penting dalam mempertahankan kehidupan manusia.