Manakah dari 6 hormon seks pada anak yang mengindikasikan pubertas dini?

Hormon seks 6 pada anak biasanya berfokus pada hormon luteinising (LH) pada anak perempuan dan testosteron (T) pada anak laki-laki, dan jika melebihi nilai normal, maka hal ini mengindikasikan adanya pubertas dini.
Pubertas dini adalah kelainan perkembangan endokrin pada anak-anak, yang biasanya terjadi pada usia 8 atau 9 tahun. Orang tua yang mencurigai adanya pubertas dini pada anak-anak mereka harus memeriksa 6 item hormon seks tepat waktu. Namun, hormon seks 6 hanya merupakan tes skrining dasar untuk anak-anak, dan perlu dikombinasikan dengan tes lain untuk diagnosis yang komprehensif. Tes stimulasi hormon pelepas gonadotropin adalah standar emas untuk diagnosis.
Hormon 6 pada anak umumnya meliputi: hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinising (LH), prolaktin (PRL), estrogen (E2), progesteron (P), dan testosteron (T). Luteinising Hormone (LH) adalah tes utama untuk anak perempuan dan Testosteron (T) untuk anak laki-laki.
1. Testosteron (T): Merupakan hormon steroid yang disekresikan oleh testis pada pria atau ovarium pada wanita. Di antara 6 hormon seks pada anak-anak, konsentrasi testosteron dalam darah anak laki-laki secara signifikan lebih tinggi daripada anak-anak normal pada usia yang sama, yang menunjukkan kemungkinan terjadinya pubertas dini.
2. Luteinising Hormone (LH): Hormon ini mendorong konversi hormon seks menjadi hormon seks dalam sel gonad. Hormon Luteinising (LH) antara 3,0 dan 5,0 IU/L dapat mengindikasikan adanya pubertas dini. Jika LH >5,0 IU/L, sumbu gonad dapat ditentukan untuk diaktifkan tanpa memerlukan tes stimulasi hormon pelepas gonadotropin untuk mengkonfirmasi diagnosis.
Anak-anak harus diperiksa di rumah sakit untuk memastikan diagnosis pubertas dini.