Estradiol biasanya tidak digunakan sendiri untuk menentukan pubertas dini dan perlu dikombinasikan dengan hasil tes lainnya.
Estradiol berubah secara berkala dengan menstruasi, dan nilai normal estradiol sangat bervariasi pada waktu yang berbeda. Oleh karena itu, estradiol biasanya tidak digunakan sebagai tes terpisah untuk pubertas dini.
Untuk tes hormon seks yang umum, tes utama untuk anak perempuan adalah hormon luteinising (LH), yang biasanya antara 3,0 dan 5,0 IU/L. Jika lebih dari 5,0 IU/L, dapat dipastikan bahwa sumbu gonad diaktifkan, dan tidak perlu tes stimulasi hormon pelepas gonadotropin untuk mengkonfirmasi diagnosis. Pada anak laki-laki, fokus utamanya adalah testosteron (T), dengan nilai di atas normal yang mengindikasikan kemungkinan pubertas dini.
Namun, keenam hormon seks pada anak hanyalah tes skrining dasar, dan tes hormon pelepas gonadotropin adalah standar emas untuk diagnosis. Kombinasi tes pencitraan juga diperlukan.