Pembentukan awal profil perkembangan refraksi pada anak-anak

Apa yang dimaksud dengan Profil Perkembangan Refraktif? Profil perkembangan refraktif anak dibentuk dengan mencatat tinggi badan, sumbu mata, kelengkungan kornea, tekanan intraokular, status refraksi, dan lain-lain secara teratur, sehingga perkembangan kesehatan visual anak dapat dilacak secara cermat. Anak-anak normal mengalami rabun dekat dan ketajaman penglihatan mata telanjang mereka tidak sama dengan status refraksi mereka, yang berubah seiring dengan perkembangan mata. Untuk memahami secara detail perubahan refraksi anak Anda dan untuk mendeteksi perkembangan refraksi yang tidak normal pada waktunya, sangat penting untuk membawa anak Anda untuk pemeriksaan refraksi secara teratur dan membuat file yang komprehensif. Ada tiga manfaat utama dari membuat file perkembangan refraksi: 1. Deteksi dini kelainan refraksi pada mata, seperti rabun jauh, rabun dekat, silindris, dan ambliopia. 2 . Deteksi dini penyakit mata pada bayi dan anak-anak. Untuk memeriksa status refraksi mata anak Anda, Anda harus pergi ke bagian oftalmologi di rumah sakit biasa. Selain melakukan pemeriksaan optometri, dokter mata juga akan memeriksa posisi mata anak (untuk mengetahui adanya strabismus), lensa (untuk mengetahui adanya katarak kongenital), dan fundus (glaukoma kongenital atau lesi fundus lainnya) pada saat yang bersamaan, yang setara dengan pemeriksaan fisik menyeluruh pada mata bayi. 3. Di antara anak-anak dengan penglihatan normal, penyaringan “embrio” rabun jauh adalah tujuan utama untuk membuat profil perkembangan refraksi. Sebagai contoh, jika seorang anak berusia 8 tahun seharusnya memiliki hipermetropi +1.50 derajat hingga +1.25 derajat dan ketajaman penglihatan 1.0, dan anak lain dengan ketajaman penglihatan yang sama yaitu 1.0 ditemukan memiliki kelainan refraksi +0.75 derajat hipermetropi atau ortopi (tidak ada pembiasan) setelah dilakukan pemeriksaan dilatasi pupil, maka besar kemungkinan anak tersebut akan mengalami rabun jauh di kemudian hari. Jika kondisi ini terdeteksi sejak dini dan tindakan diambil, maka rabun jauh dapat dicegah. Tiga langkah untuk membuat profil perkembangan refraksi anak Anda: 1. Tentukan usia: Secara umum, profil awal harus dibuat untuk anak usia 2 tahun, dan kemudian diperiksa setiap enam bulan hingga usia 12 tahun. Di masa lalu, anak-anak dengan masalah mata sering kali terlambat diketahui, seringkali setelah orang tua atau guru TK menyadari adanya kelainan yang jelas pada mata mereka, seperti menyipitkan mata, memiringkan kepala untuk melihat sesuatu, atau mata juling atau mata juling. Jika profil perkembangan refraksi dapat diketahui sejak usia dini, anak-anak harus diperiksa secara teratur terlepas dari apakah mata mereka normal atau tidak. 2, pilih tempat yang baik: penyesuaian mata anak-anak sangat kuat, harus dilatasi optometri untuk mendapatkan hasil refraksi yang benar. Karena optometri dilatasi adalah praktik medis, yang terbaik bagi orang tua adalah membawa anak-anak mereka ke departemen oftalmologi di rumah sakit biasa untuk pemeriksaan yang relevan. Dilatasi optometri tidak akan membahayakan mata anak, jadi orang tua tidak perlu khawatir. 3. Mengatur dan menyimpan informasi refraksi dengan baik. Orang tua harus menyimpan data setiap pemeriksaan mata anak dan selalu berkomunikasi dengan dokter mata. Melalui data ini, dokter dapat melihat dengan jelas perkembangan refraksi anak, dan ketika ditemukan masalah, tindakan pencegahan dan penyembuhan dapat dilakukan tepat waktu. Saat ini, banyak orang tua yang menyimpan berkas ini bersama dengan buku tabungan bank di rumah untuk memastikan bahwa berkas ini tidak hilang, dan hal ini patut dipelajari.