Mengapa saya mengalami blepharospasm?

Pertanyaan Pasien: Dr. Lee, mengapa saya mengalami blepharospasm? Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat kondisi ini lebih baik? Dr. Lee: Etiologi dan patofisiologi blefarospasme idiopatik jinak (BEB) masih belum jelas. Sebagian besar ahli percaya bahwa patogenesis BEB mungkin terkait dengan kerusakan pada ganglia basal otak, yang mengakibatkan hipersensitivitas reseptor dopaminergik atau ketidakseimbangan pemancar dopamin dan aktivitas saraf kolinergik yang berlebihan. Terdapat hubungan antara blepharospasm dengan stres mental dan kelelahan. Gejalanya dapat diperburuk ketika seseorang stres atau lelah secara fisik, ketika mata terlalu sering digunakan atau ketika mata teriritasi oleh sinar matahari, angin, atau pasir. Hal ini juga terkait dengan sejumlah penyakit mata. Sebagai contoh, biasanya dikombinasikan dengan penyakit seperti mata kering, kulit kelopak mata bagian atas yang kendur, dan ptosis. Selain itu, kondisi mata lain seperti blepharitis dan konjungtivitis juga dapat meningkatkan transien, yang secara bertahap dapat memperburuk blepharospasme. Anda harus mencoba untuk beristirahat dan rileks secara emosional. Jika tidak ada perbaikan, penting untuk segera mencari pertolongan medis agar pengobatan tidak menjadi lebih sulit jika kondisinya memburuk.