Apakah peningkatan hipertiroidisme terkait dengan konsumsi garam beryodium?

  Penggunaan garam beryodium untuk mencegah gangguan kekurangan yodium sangat aman dan efektif. Sejak pertama kali garam beryodium diperkenalkan di dunia sekitar 90 tahun yang lalu, tidak ada kasus overdosis yodium, keracunan yodium atau alergi yodium yang disebabkan oleh konsumsi garam beryodium. Dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa dokter telah melaporkan peningkatan jumlah pasien yang menderita hipertiroidisme (hipertiroidisme singkatnya). Dengan perkembangan sosial-ekonomi, peningkatan umum dalam standar hidup masyarakat, perubahan dalam struktur pola makan dan peningkatan kesadaran akan perawatan kesehatan, ditambah dengan peningkatan investasi nasional di bidang medis dan meningkatnya jumlah orang yang mencari perawatan medis dan pemeriksaan medis rutin, faktor-faktor di atas dapat menunjukkan peningkatan kejadian beberapa penyakit (termasuk hipertiroidisme), yang bukan merupakan peningkatan kejadian yang nyata. Di masa depan, lebih banyak pasien akan diidentifikasi karena tingkat kehadiran di rumah sakit, tingkat pembedahan, dan kemampuan untuk mendeteksi penyakit pada tahap awal terus meningkat. Peningkatan prevalensi penyakit ini bukanlah statistik dari sampel epidemiologi yang ketat, tetapi hanya persepsi, dan persepsi ini bias.  Hipertiroidisme adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh kelebihan produksi hormon tiroid akibat berbagai etiologi. Penyebab hipertiroidisme saat ini diduga terkait dengan faktor genetik, autoimun dan faktor psikologis. Laju kehidupan yang semakin cepat, stres kerja, meningkatnya tingkat perceraian dan kecemasan mental akibat pengangguran juga merupakan beberapa faktor utama yang dapat memicu hipertiroidisme. Konsumsi garam beryodium oleh orang normal tidak perlu dikhawatirkan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.