Ketika seorang wanita hamil memasuki trimester kedua kehamilan, ia mungkin mengalami sejumlah besar cairan ketuban atau sekresi lainnya. Pada tahap ini, wanita hamil mungkin tidak dapat membedakan apakah bahan yang mengalir keluar dari vagina adalah cairan ketuban atau sekresi. Cairan ketuban dan sekresi dapat dibedakan satu sama lain dengan cara berikut: 1. Secara penampilan: ketika cairan ketuban mengalir, wanita hamil akan tiba-tiba merasakan sejumlah besar bahan seperti air mengalir keluar dari vagina, yang relatif tipis. Cairan yang keluar lebih kental dan jumlahnya tidak terlalu banyak. 2. Warna: warna cairan ketuban biasanya jernih dan transparan atau kuning pucat. Warna cairan ketuban umumnya putih susu, terkadang kekuningan atau kehijauan; 3. Rasa: cairan ketuban umumnya tidak berbau, sedangkan cairan ketuban mungkin berbau amis; 4. Bau: cairan ketuban umumnya berbau amis, sedangkan cairan ketuban mungkin berbau amis. 5. Sifat: Cairan ketuban dapat diperiksa dengan kertas pH, yang bersifat basa dan berubah menjadi biru. Jika cairan ketuban bersifat asam, kertas pH akan berubah menjadi oranye. 6. Sensasi: Cairan ketuban yang bersifat asam akan berubah menjadi oranye. Sebaliknya, tidak ada sensasi saat keluar.