Wanita hamil dipengaruhi oleh sejumlah faktor fisiologis selama kehamilan yang dapat menyebabkan penurunan relatif hemoglobin dalam darah, atau asupan zat besi, asam folat, vitamin, dan nutrisi lain yang tidak memadai yang dapat menyebabkan anemia. Anemia sangat serius di kalangan wanita usia subur di Tiongkok, dan bahkan lebih serius lagi di kalangan wanita hamil atau menyusui, dengan statistik klinis yang menunjukkan bahwa hampir separuh wanita hamil di Tiongkok mengalami anemia. Selain berdampak besar pada kesehatan ibu, anemia selama kehamilan juga berdampak besar pada pertumbuhan dan perkembangan janin serta perkembangan kecerdasan, mobilitas dan kemampuan bicara bayi setelah lahir. 1. Terapi makanan. Pertama-tama, kita harus memperbaiki kebiasaan makan yang buruk seperti makan parsial dan pilih-pilih makanan, serta makan makanan yang beragam dan seimbang; kedua, makan lebih banyak makanan yang kaya vitamin dan zat besi, seperti sayuran, rumput laut, wijen hitam, wijen pasta, jamur hitam, kedelai, jamur, gula merah, melon dan buah-buahan, ketan, kurma merah, hati hewani, darah ayam dan bebek, daging tanpa lemak dan telur, dll. Konsumsi makanan yang disebutkan di atas secara teratur tidak hanya secara efektif dapat mencegah anemia, tetapi juga membantu ibu hamil menutrisi Yin dan melembabkan kekeringan, mendukung 2. Konsumsi tablet asam folat dan suplemen zat besi secara oral. Wanita hamil dengan anemia memiliki kebutuhan zat besi yang tinggi dan ketika asupan makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut, mereka dapat mengonsumsi tablet asam folat dan suplemen zat besi secara oral. Wanita hamil disarankan untuk mencari pengobatan di bawah pengawasan medis.