Fokus pelatihan: 1. Memperkuat otot-otot tungkai bawah, membimbing anak untuk belajar berdiri dan berjalan, serta memperluas jangkauan gerakan. 2. Mengembangkan perhatian dan ketertarikan pada gambar, kata-kata dan buku untuk mendorong perkembangan kemampuan berpikir. 3 . Mempromosikan pengembangan kemampuan untuk belajar dan memahami bahasa dengan cara yang terus diperkaya. 4. Mengembangkan rasa kemandirian dan memperkuat perilaku yang baik. 1.Pengembangan keterampilan kognitif 1.Pelatihan visual: Kembangkan kekuatan pengamatan dan perhatian serta minat anak terhadap gambar dan kata-kata, dan kembangkan kecintaan mereka terhadap buku. 2. Pelatihan pendengaran: secara aktif menciptakan lingkungan linguistik untuk bayi sehingga ia dapat terbiasa dengan bahasa dan secara bertahap memahaminya. II. Penanaman keterampilan motorik Latihan berdiri. (1) Berdiri: Jika anak lebih stabil dengan dua tangan, ia dapat dilatih untuk berdiri dengan satu tangan. (2) Berdiri sendiri. Latihan naik. (1) Tarik berdiri. (2) Dari berdiri ke duduk. Latihan berdiri dan stabilisasi: latihan sisi kiri dan kanan secara bergantian untuk memperkuat otot-otot pinggang dan koordinasi bayi. Latihan berjalan. Harus dilakukan secara bertahap dan dengan memperhatikan perlindungan. 5 . Latihan gerakan tangan. (1) Kontrol tangan. (2) Penggunaan tangan. 3. Penanaman kebiasaan dan keterampilan hidup 1. Tidur: Jumlah tidur siang dapat dikurangi secara bertahap menjadi 2 kali sehari, dengan setiap tidur berlangsung selama 1 hingga 2 jam. 2. Makan: Seiring bertambahnya usia anak, jumlah makan dapat dikurangi secara bertahap menjadi 4 hingga 5 kali sehari. Makan secara teratur membantu sistem pencernaan bekerja secara berirama. Latihlah kemampuan untuk mengurus diri sendiri saat makan. 3. Ajarkan anak untuk menunjukkan sebelum buang air besar atau buang air kecil. 4. Ajarkan anak untuk berpakaian, memakai topi, kaus kaki, dan sepatu dengan orang dewasa. Hal ini tidak hanya akan mengembangkan kemampuan anak untuk mengurus dirinya sendiri, tetapi juga akan memperkuat rasa orientasi anak. Penanaman interaksi sosial 1.Interaksi dengan orang lain: permainan interaksi, pengamatan dan pembelajaran adegan interaksi dengan orang lain. 2 . Membimbing anak untuk berinisiatif dalam pengucapan dan peniruan pengucapan, secara aktif menciptakan lingkungan bahasa yang baik untuk bayi. V. Latihan komprehensif Latihan pertunjukan, lagu anak-anak, permainan, senam, dan pijat dapat meningkatkan pemahaman anak-anak tentang ucapan, meningkatkan interaksi orang tua-anak, dan merangsang emosi positif dan bahagia pada anak-anak.