Latihan fisik adalah bagian penting dari pengobatan kanker yang komprehensif dan merupakan aset yang sangat penting bagi pasien tumor untuk mempercepat pemulihan. Pertama-tama, mari kita lihat mengapa olahraga dapat melawan kanker. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga bermanfaat bagi pasien kanker. Pertama, olahraga meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Olahraga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah putih. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa olahraga akan merangsang sekresi hormon tertentu di dalam tubuh, mempercepat produksi sel darah putih oleh sumsum tulang, meningkatkan jumlah sel darah putih, memperpanjang waktu bertahan hidup, dan meningkatkan kemampuan fagositosis fagosit. Dengan cara ini, bahkan jika sejumlah kecil sel kanker muncul di dalam tubuh, mereka akan segera dimusnahkan oleh banyak sel darah putih. Selain itu, jumlah dan aktivitas sel kekebalan dalam tubuh juga meningkat seiring dengan meningkatnya olahraga, sementara jumlah antibodi yang dikeluarkan oleh selaput lendir saluran pernapasan dan saluran pencernaan juga meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya menghambat infeksi bakteri dan virus, tetapi juga membuat kekebalan spesifik dan non-spesifik dalam tubuh manusia terhadap sel tumor kemampuan membunuhnya sangat meningkat, kita harus tahu bahwa sistem kekebalan tubuh adalah senjata utama tubuh untuk melawan tumor. Hanya dengan senjata ampuh ini, kita dapat mencapai kemenangan akhir dalam pertempuran melawan kanker. Kedua, olahraga dapat mengatur tingkat endokrin, terutama tingkat hormon seks. Ada korelasi yang signifikan antara tingkat estrogen dalam tubuh dan banyak tumor ginekologi (misalnya kanker ovarium, kanker payudara, kanker endometrium). Metabolisme estrogen dalam tubuh menghasilkan produk aktif tertentu yang mendukung perkembangan tumor ini. Produksi produk aktif ini terkait dengan jumlah lemak dalam tubuh. Semakin banyak lemak, semakin banyak zat karsinogenik ini diproduksi. Olahraga teratur dapat sangat mengurangi kelebihan lemak dalam tubuh, dan dapat mengurangi sekresi estrogen dalam tubuh, sehingga bermanfaat bagi pasien dengan tumor ini. Ketiga, olahraga dapat membuat suhu tubuh meningkat, mengeluarkan banyak keringat dan memperlancar peredaran darah. Hal ini dapat mencegah pembentukan sel kanker dan membuat sel kanker “mati”. Terukur bahwa produksi panas otot tinggi saat berolahraga, dan bahkan naik di atas 4O derajat Celcius saat berolahraga berat. Para ilmuwan telah menemukan bahwa sel kanker jauh lebih tidak toleran terhadap panas dibandingkan sel normal, dan lebih mudah dibunuh oleh suhu tubuh yang tinggi. Seiring dengan naiknya suhu tubuh, olahraga juga menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak keringat, keringat juga dapat beberapa zat karsinogenik seperti strontium, timbal, simbal di dalam tubuh pada saatnya keluar dari tubuh. Selain itu, olahraga juga memperlancar peredaran darah, dalam hal ini sel kanker yang muncul di dalam tubuh atau bermetastasis di dalam tubuh akan seperti butiran pasir kecil di dalam jeram, tidak mampu mendapatkan pijakan yang kuat di salah satu organ visceral, tumbuh dan berkembang, serta bermetastasis dan menyebar. Keempat, olahraga membuat tubuh menghirup lebih banyak oksigen. Jumlah oksigen yang dihirup per menit adalah 4 hingga 7 liter ketika rata-rata orang sedang diam, sementara itu bisa mencapai lebih dari 100 liter ketika berolahraga. Peningkatan asupan oksigen dan pertukaran gas yang sering terjadi dapat membuat beberapa zat karsinogenik di dalam tubuh dibuang keluar tubuh. Lingkungan rendah oksigen sangat kondusif untuk pertumbuhan dan metastasis tumor, sedangkan oksigen yang dihirup oleh tubuh selama berolahraga, terutama olahraga aerobik, sekitar delapan kali lipat dari oksigen yang dihirup dalam keadaan tenang, dan keadaan rendah oksigen dalam tubuh akan terkoreksi, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Olahraga aerobik secara teratur juga dapat secara efektif meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, sehingga secara terus menerus menghilangkan radikal bebas yang berlebihan di dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi timbulnya kanker. Kelima, olahraga dapat meningkatkan suasana hati seseorang dan menghilangkan kekhawatiran dan masalah. Dilaporkan bahwa 30 persen orang yang menderita kanker terlalu tertekan dan trauma dengan emosinya. Olahraga dapat membuat orang merasa lebih baik dan melupakan kekhawatiran mereka. Saat berolahraga, otak akan memproduksi “endorfin” yang dapat membuat tubuh manusia bahagia secara fisik dan mental, yang dapat menghilangkan kekhawatiran dan masalah, dan pada saat yang sama, juga dapat mengangkat penekanan emosi negatif pada sistem kekebalan tubuh. Selain itu, berpartisipasi dalam olahraga kolektif dan bertukar keterampilan dan perasaan olahraga satu sama lain selama olahraga akan memberikan para olahragawan rasa memiliki yang jelas terhadap tim dan mengurangi rasa kesepian, sehingga mencapai efek psikoterapi yang jelas. Kesimpulannya, olahraga tidak hanya dapat meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga melatih kemauan, memberikan dasar material untuk pencegahan kanker, tetapi juga meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengatasi kanker.