Tes apa saja yang harus dijalani oleh pasien dengan erosi email?

Jaringan keras, putih, tembus cahaya, dan paling banyak mengalami pengapuran pada lapisan luar mahkota gigi akan terkikis dan menyebabkan kerusakan. Ketika kita mengonsumsi makanan dengan kandungan asam yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, email pada permukaan gigi akan terkikis dan mengalami dekalsifikasi. Enamel yang terkikis akan memperlihatkan dentin dan berwarna kekuningan. Enamel yang rusak merupakan manifestasi mikroskopis yang tidak mudah dideteksi dengan mata telanjang, tetapi akan menimbulkan beberapa penyakit sekunder, seperti pulpitis, periodontitis, dan resesi gusi. Survei menunjukkan bahwa sebagian besar populasi kita menderita berbagai macam penyakit mulut, dan kerusakan email gigi memudahkan bakteri untuk menyerang. Enamel gigi yang rusak dapat menyebabkan tubulus dentin terpapar, menyebabkan hipersensitivitas dentin, yang umumnya dikenal sebagai alergi gigi. Ketika terkena rangsangan eksternal seperti dingin, panas, keasaman, rasa manis dan efek mekanis, gigi menghasilkan rasa ngilu yang kuat.