Kita sering mendengar orang tua mengeluh bahwa anak-anak mereka “bodoh”, tidak bisa mengingat kata-kata dalam bahasa asing, dan mereka lupa dengan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru mereka. Mereka juga dapat menceritakan kisah-kisah dari film kartun, dan terkadang mereka bisa menjadi pintar. Anak-anak lain dapat dengan cepat menceritakan kembali atau melafalkan sebuah teks, tetapi mereka tidak tahu bagaimana menjelaskan kata-kata dalam teks tersebut ketika mereka membacanya, apalagi menulis dalam bahasa mereka sendiri. Para orang tua berpikir bahwa ini adalah masalah dengan kemampuan menulis mereka dan berusaha keras untuk memberikan pelajaran menulis remedial kepada anak-anak mereka, tetapi setelah mengikuti banyak kelas les, kemampuan mereka tetap sama. Beberapa orang tua dan guru percaya bahwa hal ini merupakan akibat dari kurangnya keseriusan anak mereka dalam belajar, dan beberapa orang tua bahkan menggunakan pendekatan tongkat untuk memperbaiki sikap belajar anak mereka, dengan hasil yang tidak memuaskan. Faktanya, ini bukan masalah dengan sikap belajar anak, juga bukan karena “kebodohan” otak, melainkan kurangnya konsentrasi karena ketidakteraturan neurologis otak, ketika belajar dari pengalaman orang lain atau mengalami peristiwa kehidupan di sekitarnya, informasi yang relevan tidak secara efektif dimasukkan ke dalam otak, juga tidak dipertahankan dengan baik, sehingga mempengaruhi ingatannya. Hal ini memengaruhi ingatannya dan membuatnya tampak ‘bodoh’. Memori adalah bagian penting dari kemampuan belajar anak, dan jika kurang berkembang atau terganggu, hal ini akan mempengaruhi kemampuan anak untuk memperoleh dan menyimpan pengetahuan, sehingga tentu saja ia tidak akan mampu menghafal atau menulis. Daya ingat merupakan bagian dari kecerdasan manusia dan merupakan komponen bawaan, namun pengembangan dan pelatihan daya ingat juga sangat penting. Tahun-tahun prasekolah merupakan periode penting bagi perkembangan memori. Seiring bertambahnya usia, penggunaan kata-kata dan interaksi dengan orang dewasa, kuantitas dan kualitas memori anak terus berkembang. Oleh karena itu, masa prasekolah yang penting ini harus dimanfaatkan untuk mengembangkan dan meningkatkan daya ingat anak Anda. 1. Kembangkan daya ingat anak Anda dalam permainan: tambahkan pelatihan memori ke dalam permainan anak Anda. Misalnya, jika Anda ingin mengingat nama-nama mainan, Anda dapat menyusun mainan seperti boneka, mobil, balok, dan botol secara berurutan dan meminta anak Anda untuk mengingat karakteristik dan lokasi setiap mainan. Anda juga dapat memainkan permainan pass the word, di mana ayah diam-diam memberi tahu anak, dan kemudian anak memberikan kata tersebut kepada kakek, nenek, ibu, dll., Untuk melihat apakah anak tersebut meneruskan kata tersebut dengan benar, seperti umpan yang tepat untuk memberikan hadiah tertentu. 2. Gunakan gambar untuk mengembangkan ingatan anak Anda: tunjukkan pada anak Anda sebuah gambar dengan beberapa hewan di dalamnya, batasi diri Anda dalam jangka waktu tertentu, kemudian ambil gambar tersebut dan minta anak Anda untuk memberi tahu Anda hewan apa saja yang ada di dalam gambar tersebut, di mana mereka berada, dan apa saja ciri-cirinya. Anda juga dapat menutupi salah satu hewan pada gambar setelah anak melihatnya dan kemudian meminta anak untuk mengatakan hewan apa yang sedang ditutupi. 3. Bercerita dan menyanyikan lagu anak-anak untuk mengembangkan daya ingat anak: Orang tua dapat memilih cerita sederhana yang biasanya disukai anak dan menceritakannya kepada anak, lalu meminta anak untuk menceritakannya kepada orang tua. Anda juga dapat membuat isi lagu anak-anak menjadi cerita dan menceritakannya kepada anak terlebih dahulu, dan kemudian membacakannya ketika anak memahaminya dan menceritakan kisah lagu tersebut. 4. Kembangkan memori sadar anak-anak dalam kehidupan: Dalam kehidupan, orang tua harus sering memberi anak-anak mereka tugas-tugas dengan ingatan, seperti meminta mereka untuk membantu mengingat di mana barang-barang disimpan di rumah, alamat rumah mereka, nomor telepon, nama-nama unit orang tua mereka, dll.; mereka harus meminta anak-anak mereka untuk mengingat nama-nama mainan mereka, di mana mereka ditempatkan, jumlah mereka, dll.; mereka harus mengingat orang-orang dan pemandangan yang mereka lihat ketika mereka pergi ke taman untuk bermain dan mengingat apa yang terjadi setiap hari, dll. Dalam kehidupan sehari-hari, tugas-tugas yang membutuhkan pemikiran dapat diberikan untuk dilakukan sambil berpikir. 5. Lakukan latihan fungsi organ vestibular untuk mengembangkan daya ingat: Di dalam otak manusia terdapat sebuah organ yang disebut “ruang depan”, yang terutama bertanggung jawab atas fungsi sensorik dan keseimbangan tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa jika fungsi vestibular seseorang tidak terkoordinasi, hal itu juga akan mempengaruhi perhatian dan daya ingat, sehingga memperkuat pelatihan fungsi vestibular tidak hanya dapat mengembangkan daya ingat, tetapi juga meningkatkan perhatian anak. Serangkaian sesi pelatihan khusus dapat dilakukan di bawah bimbingan psikolog dengan menggunakan peralatan seperti balok keseimbangan, ember berputar, ayunan, dan trampolin. Untuk anak yang kesulitan mengingat kata-kata, fokuskan pada memori visual dan grafis; untuk anak yang selalu salah dalam menyalin soal, fokuskan pada memori angka. Cara terbaik adalah menghafal hal-hal yang perlu dihafal di pagi hari setelah bangun tidur. Penting juga untuk menggabungkan pekerjaan dan istirahat, dan melakukan lebih banyak pekerjaan rumah tangga dan mengambil bagian dalam kegiatan fisik untuk meningkatkan efisiensi memori.