(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Pasien ini datang ke rumah sakit kami dengan onset tiba-tiba pembengkakan dan nyeri pada vulva dengan benjolan 1 minggu yang lalu, yang tidak dianggap serius pada saat itu dan menyebabkan peningkatan gejala baru-baru ini. Pasien diberikan diagnosis awal “abses kelenjar Bartholin”, berdasarkan tes yang relevan dan gejala pasien. Setelah masuk rumah sakit, pasien dirawat dengan pembedahan dan cairan, dan kondisinya kini telah membaik.
Informasi dasar】Perempuan, 45 tahun
Jenis penyakit】 Abses kelenjar yang dipasteurisasi
Rumah Sakit】Rumah Sakit Shanghai Universitas Kedokteran Tiongkok
Tanggal Konsultasi】 Mei 2020
Rencana pengobatan】Pengobatan bedah (ostomi abses kelenjar vestibular) + pengobatan infus (natrium sefiksim untuk injeksi, ornithromycin untuk injeksi)
Masa Pengobatan】 1 minggu rawat inap dan peninjauan rutin
Hasil】 Pembengkakan perineum pasien menghilang dan lukanya sembuh dengan baik
I. Konsultasi awal
Pasien mengalami pembengkakan dan nyeri mendadak di sisi kanan vulva 1 minggu yang lalu, dan benjolan dapat teraba pada vulva pada saat yang sama.
Pemahaman yang cermat tentang situasi pasien mengungkapkan bahwa dia mengalami menstruasi yang tidak teratur, berkurangnya aliran menstruasi, dan siklus yang berkepanjangan dalam setahun terakhir.
II. Pengobatan
Setelah masuk rumah sakit, pasien menjalani pemeriksaan lengkap, yang menunjukkan pembengkakan labia majora kanan dan massa kistik yang teraba berukuran sekitar 2,5 x 4 cm. Tes darah rutin menunjukkan jumlah dan persentase limfosit yang lebih rendah dari normal, yang mengindikasikan kemungkinan infeksi bakteri, infeksi virus atau defisiensi kekebalan tubuh pasien. Setelah berkomunikasi dengan pasien, pasien setuju untuk menjalani stoma abses kelenjar vestibularis. Setelah operasi berhasil diselesaikan, pasien dikembalikan ke bangsal dan diberikan suntikan cefixime sodium dan suntikan Ornithromycin untuk mencegah infeksi pada lubang operasi vulva pasien.
III. Hasil pengobatan
Pasien dirawat di rumah sakit selama 1 minggu dan tidak menderita flu atau demam selama masa pengobatan.
IV. Catatan
Saya lega melihat gejala pasien berangsur-angsur berkurang, tetapi demi kesehatan pasien, saya masih perlu mengingatkan pasien untuk memperhatikan hal-hal berikut dalam kehidupan sehari-hari.
1. Pasien diinstruksikan untuk lebih memperhatikan kebersihan perineum setiap hari, dan sebisa mungkin menghindari mandi di bak mandi, dan memilih mandi untuk menghindari infeksi di area lain.
2. Pasien harus disarankan untuk menghindari olahraga berat setelah pembedahan, karena hal ini dapat menyebabkan pecahnya lubang pembedahan dan menyebabkan infeksi serta kondisi lain yang tidak diinginkan.
3, pola makan dianjurkan ringan dan mudah dicerna, seperti bubur nasi, mie, dll. Pasien dapat makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar, hindari makan makanan yang berminyak, pedas dan menjengkelkan, seperti cabai, bawang putih, bawang merah, dll., dan berhenti merokok dan membatasi alkohol.
4. Lebih memperhatikan kebersihan vulva setiap hari, termasuk mengganti dan mencuci pakaian dalam secara teratur, dan menjaga perineum tetap bersih dan kering. Selain itu, jumlah hubungan seksual harus diminimalkan selama masa pengobatan.
V. Wawasan pribadi
Kista Bartholin, atau kista kelenjar vestibular, adalah jenis penyakit ginekologi yang relatif umum, biasanya disebabkan oleh penyumbatan saluran kelenjar bartholin, yang mengakibatkan akumulasi sekresi inflamasi di lokasi tertentu. Misalnya, dalam kasus ini, pasien mengalami abses yang tiba-tiba pada kelenjar Bartholin setelah infeksi bakteri atau virus, dan pulih dengan baik dengan pembedahan simtomatik dan cairan.