Anemia pediatrik diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, berat atau sangat berat, berdasarkan jumlah hemoglobin dan jumlah sel darah merah dalam darah perifer. Anemia dapat mempengaruhi perkembangan anak dan bahkan menyebabkan kerusakan pada beberapa sistem organ dan harus didiagnosis dengan tes darah dini. Anemia pada anak-anak dapat bermanifestasi sebagai kulit pucat dan selaput lendir, berkeringat banyak setelah beraktivitas, seperti berlari atau melompat, peningkatan denyut jantung, dan dalam kasus yang parah, jantung berdebar-debar dan kesulitan bernapas. Kriteria spesifiknya adalah: 1. Anemia ringan: hemoglobin 120-90/L; 2. Anemia sedang: hemoglobin 90-60g/L; 3. Anemia berat: hemoglobin 60-30g/L; 4. Anemia sangat berat: hemoglobin <30g/L. Selain itu, bayi yang baru lahir dengan anemia biasanya muncul dengan wajah, bibir dan kuku yang pucat, mudah tersinggung, mudah menangis dan kurang keinginan untuk minum susu. Kriteria klasifikasi bervariasi: 1) anemia ringan: hemoglobin 144-120g/L; 2) anemia sedang: hemoglobin 120-90g/L; 3) anemia berat: hemoglobin 90-60g/L; 4) anemia sangat berat: hemoglobin <60g/L. Anak-anak dengan anemia ringan tidak mudah dideteksi oleh orang tua jika gejala klinis mereka relatif ringan. Anemia sedang akan menunjukkan gejala anemia, seperti wajah pucat, pusing dan sakit kepala. Anemia yang parah dapat mempengaruhi berbagai organ penting anak, seperti jantung, paru-paru dan otak. Anemia yang sangat parah dapat menyebabkan gagal jantung atau bahkan syok pada anak-anak, dan memerlukan perhatian medis dini.