Apa yang perlu Anda ketahui tentang pengobatan untuk gangguan bipolar

1. Perawatan psikososial Hingga saat ini, sejumlah perawatan psikososial tersedia untuk gangguan bipolar. Psikoterapi telah terbukti membantu kestabilan emosi penderita gangguan bipolar, mengurangi rawat inap di rumah sakit, dan meningkatkan penyesuaian sosial. Selain itu, perawatan psikososial juga dapat membantu keluarga penderita gangguan bipolar. Terapi perilaku kognitif membantu mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak tepat atau negatif pada orang dengan gangguan bipolar. Pendidikan kesehatan ditujukan untuk memperbaiki sifat penyakit dan mempelajari cara mengenali gejala kekambuhan pada pasien dan keluarga dengan gangguan bipolar, sehingga membantu melakukan intervensi lebih awal dan sedapat mungkin menghindari episode manik atau depresi yang parah. Tujuan terapi keluarga adalah untuk mengendalikan beberapa peristiwa stres yang terjadi dalam keluarga. 2. Terapi elektrokonvulsif Terapi elektrokonvulsif digunakan ketika pengobatan lain gagal atau tidak efektif. Terapi elektrokonvulsif lebih efektif untuk episode depresi atau manik yang parah. 3. Rencana pengobatan Seringkali, pasien dengan gangguan bipolar memilih untuk berhenti minum obat karena merasa sudah stabil atau karena ketidaknyamanan yang disebabkan oleh reaksi yang merugikan. Padahal, pengobatan rutin sangat penting untuk pengobatan gangguan bipolar setelah gejalanya benar-benar hilang. Jika pengobatan dihentikan sebelum waktunya, mungkin untuk waktu yang singkat, seperti beberapa hari atau minggu, kondisi ini belum tentu kambuh lagi, tetapi kemungkinan besar akan kambuh lagi dalam waktu dekat. Penting untuk diperhatikan bahwa semakin banyak kekambuhan yang terjadi, semakin sulit untuk diobati dan semakin besar kemungkinan kambuh di masa depan. 4. Masalah apa yang harus saya sampaikan kepada dokter saya? Sebaiknya Anda memberi tahu dokter Anda tentang perubahan emosional apa pun. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk menyesuaikan pengobatan sedini mungkin untuk mencegah episode manik atau depresi. Pasien harus mengetahui semua obat yang mereka konsumsi, termasuk obat yang tidak diresepkan. Pasien harus ingat untuk mengikuti petunjuk dokter dengan cermat dan tidak berhenti minum obat hanya karena merasa gejalanya telah hilang. Rencana untuk mengurangi dosis atau menghentikan pengobatan harus didiskusikan dengan dokter sebelum melanjutkan.