Batuk refluks gastroesofagus (GERC): Refluks gastroesofagus (GER) adalah fenomena fisiologis pada masa bayi dan anak usia dini. Insiden GER pada bayi yang sehat adalah 40% hingga 65%, memuncak pada usia 1 hingga 4 bulan dan sebagian besar sembuh secara spontan pada usia 1 tahun. GERD menjadi penyakit ketika menyebabkan gejala dan/atau berhubungan dengan disfungsi gastro-esofagus, dan prevalensi GER pada anak-anak adalah sekitar 15%. Studi terbaru menemukan bahwa hanya 4 dari 49 anak dengan batuk kronis yang menderita GER (8,2%), dan hasil penelitian Zhao Shunying dkk. menunjukkan bahwa hanya 1 dari 50 kasus batuk kronis yang menderita GER, sehingga tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa GER adalah penyebab umum batuk kronis pada anak-anak di Tiongkok. Gambaran klinis dan petunjuk diagnostik GERC adalah: (1) batuk paroksismal, kadang-kadang parah, kebanyakan pada malam hari; (2) gejala-gejala sebagian besar muncul setelah makan dan minum dan kesulitan makan. (3) Selain menyebabkan batuk, GERC juga dapat menyebabkan asfiksia, bradikardia dan punggung membungkuk pada bayi; (4) Dapat menyebabkan pertumbuhan yang terhambat atau tertunda pada anak-anak.