Tentang Pengobatan Psikosomatik

  1. Apa itu Pengobatan Psikosomatik?  Kedokteran Psikosomatik adalah disiplin interdisipliner baru yang melibatkan kedokteran internal umum, neurologi dan psikiatri. Disiplin ini mempelajari hubungan timbal balik antara faktor psikologis, sosial dan biologis dan perkembangan penyakit, dan lebih berfokus pada dampak faktor psikologis pada kesehatan dan penyakit, dengan menekankan pada pandangan holistik tentang kesatuan pikiran-tubuh.  2. Penyakit apa yang harus dilihat dalam pengobatan psikosomatik?  (1), mereka yang memiliki gejala-gejala berikut, seperti sistem saraf: pusing kronis, sakit kepala, insomnia, mimpi, kehilangan ingatan; sistem pernapasan: sesak dada yang tidak dapat dijelaskan, sesak napas, nyeri dada, menahan napas tanpa tanda-tanda paru, sensasi benda asing di tenggorokan; sistem kardiovaskular: mulas yang tidak dapat dijelaskan, kelelahan jantung, jantung berdebar-debar, rasa sakit di daerah prekordial, sedangkan EKG normal; sistem pencernaan: sakit perut kronis, kembung, gangguan pencernaan, tetapi menurut gastritis superfisial tidak diobati dengan baik, dan sindrom iritasi usus besar dengan nyeri perut kronis, diare dan konstipasi; sistem genitourinari: sering buang air kecil dan mendesak tanpa infeksi saluran kemih, prostatitis dengan gangguan emosional yang ditandai dan disfungsi seksual; sistem lokomotor: nyeri yang tidak dapat dijelaskan di punggung bawah atau ekstremitas, dll.  (2) Berbagai gangguan mental dan psikologis, termasuk kecemasan, depresi, fobia, gangguan obsesif-kompulsif, skizofrenia, neurasthenia, neurosis, pikun, gangguan syaraf tanaman, bulimia, anoreksia, ketergantungan zat, hiperaktif dan tics pada anak-anak, dll.  (3) Gangguan psikologis akibat penyakit fisik Misalnya, kecemasan dan depresi yang terkait dengan stroke, penyakit Parkinson, penyakit jantung koroner, infark miokard, hipertiroidisme, diabetes, emfisema, penyakit jantung paru, insufisiensi ginjal, tumor, dll.  3.Manfaat apa yang dapat diberikan oleh pengembangan pengobatan psikosomatik kepada pasien?  Penelitian telah menemukan bahwa pasien dengan gangguan psikosomatik sering berpindah-pindah antar departemen klinis, menghabiskan dua kali lebih banyak sumber daya medis dan biaya satu kali lebih banyak daripada pasien lainnya. Misalnya, pasien dengan serangan panik (serangan panik mendadak, sesak dada dan sesak napas) mengunjungi unit gawat darurat 10 kali lebih sering daripada yang lain. Tujuh puluh persen dari mereka telah menemui lebih dari 10 dokter sebelum menerima diagnosis yang benar. Kemajuan dalam pengobatan psikosomatik dapat mengurangi rasa sakit, biaya medis, dan pasien dapat kembali ke keadaan normal lebih awal.