UROLOGI: Obat ED, perlu saran dokter?

  Penghambat fosfodiesterase 5 (PDE5I) adalah lini pertama pengobatan untuk disfungsi ereksi (DE), namun dua pertiga pasien DE yang menggunakan PDE5I tidak responsif atau tidak efektif dan didiagnosis sebagai PDE5I non-responsif. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa non-respons terhadap obat ini kemungkinan disebabkan oleh penggunaan obat yang salah oleh pasien.  Dr Javier Romero Otero dan yang lainnya di Rumah Sakit Universitas 12 de Octubre di Spanyol melakukan penelitian untuk meningkatkan edukasi pasien sehubungan dengan penggunaan PDE5I. Penelitian ini melibatkan 250 pasien yang datang ke unit pria di rumah sakit antara tahun 2010 dan 2011, di mana 39% di antaranya mengonsumsi sildenafil (Viagra), 37% mengonsumsi tadalafil (Cialis), dan 24% mengonsumsi vardenafil (Elidel), tanpa efek yang signifikan.  Hasil penelitian ini dipublikasikan secara online di Urology.  Dari 250 pasien, hampir 70% (172) tidak meminum obat sesuai resep setidaknya sekali, dan hampir 30% tidak meminum obat sesuai resep hingga tiga kali. Misalnya, 1/3 pasien tidak minum obat lebih dari enam kali, sedangkan kurva peningkatan dilaporkan mendatar setelah enam hingga delapan dosis; 1/5 pasien tidak minum obat saat perut kosong, tetapi puasa penting dengan sildenafil dan vardenafil; dan 1/3 pasien tidak menggunakan dosis maksimum.  Pasien 172 ini ‘dididik ulang’ oleh para peneliti, yaitu menjelaskan penggunaan obat ED yang benar. Dari 115 pasien yang tersisa, lebih dari 3/4 mulai merespons pengobatan, sementara kurang dari 1/4 terbukti sebagai non-responden sejati. Tidak ada perbedaan statistik yang ditunjukkan di antara ketiga obat tersebut.  Studi ini menemukan bahwa kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pasien adalah mencoba hanya satu PDE5I, diikuti dengan tidak menggunakan obat sebanyak 6-8 kali, dan bahwa penggunaan yang salah ini semuanya memengaruhi efek PDE5I. Para penulis menyimpulkan bahwa dokter harus menyadari pentingnya mendidik pasien dan merekomendasikan agar dokter perawatan primer menjelaskan secara rinci penggunaan PDE5I yang benar kepada pasien untuk mencegah non-respons palsu.