Ejakulasi dini (PE) didefinisikan sebagai gangguan yang disebabkan oleh latensi ejakulasi yang pendek dan ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi. Penanganan ejakulasi dini dapat melibatkan penanganan perilaku dan/atau farmakologis.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau dan menganalisis bukti secara sistematis dari uji coba terkontrol secara acak pada pengobatan perilaku PE.
Para peneliti meninjau sembilan database, termasuk MEDLINE, dengan artikel yang diterbitkan hingga Agustus 2014. Sebanyak 521 pasien diikutsertakan dalam 10 uji coba terkontrol secara acak termasuk terapi perilaku dibandingkan dengan terapi daftar tunggu dan terapi lainnya atau terapi perilaku dibandingkan dengan terapi obat saja. Pengamatan utama termasuk waktu latensi ejakulasi intravaginal (IELT), kepuasan seksual, kontrol ejakulasi, kecemasan, dan efek samping.
Semua studi menilai teknik fisioterapi, termasuk meremas dan berhenti sejenak – mulai, latihan fokus sensual, perangkat stimulasi dan rehabilitasi dasar panggul. Hanya satu uji coba terkontrol secara acak yang mencakup psikoterapi (dikombinasikan dengan jeda dan mulai dan pengobatan). Empat uji coba membandingkan efek terapi perilaku dengan terapi alternatif lainnya. Dua dari studi (termasuk latihan squeeze, pause and start dan latihan fokus sensual) menunjukkan perbedaan dalam IELT 7-9 menit, sementara dua studi lainnya (latihan fokus sensual dan perangkat stimulasi) tidak menemukan perbedaan dalam IELT. Untuk efek lainnya (kepuasan seksual, libido dan kepercayaan diri), beberapa terapi alternatif mendapat manfaat dari terapi perilaku, sementara sisanya tidak signifikan. Tiga uji coba acak lebih menyukai kombinasi pengobatan perilaku dan farmakologis daripada pengobatan farmakologis saja, dengan perbedaan minimal dalam IELT (0.5-1 menit) dan peningkatan signifikan dalam indikator lain (kepuasan seksual, kontrol ejakulasi dan kecemasan). Perbandingan langsung antara terapi perilaku dan pengobatan menunjukkan hasil yang beragam, dengan sebagian besar manfaat dari pengobatan atau tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Tidak ada penelitian yang melaporkan tentang efek samping, tetapi data keamanan sangat terbatas.
Kesimpulannya, berdasarkan penelitian ini, disarankan bahwa terapi perilaku lebih baik daripada terapi daftar tunggu untuk PE dalam meningkatkan IELT dan gejala lainnya, dan bahwa terapi perilaku yang dikombinasikan dengan pengobatan lebih efektif daripada pengobatan saja. Uji coba terkontrol secara acak lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas psikoterapi dalam pengobatan PE.
Sumber asli.
Cooper K, Martyn-St James M, Kaltenthaler E, Dickinson K, Cantrell A, Wylie K, Frodsham L, Hood C. Terapi Perilaku untuk Manajemen Ejakulasi Dini: Tinjauan Sistematis.? Sex Med. 2015 Sep; 3 (3): 174-88. doi: 10.1002 / sm2.65. Epub 2015 Mei 8.