Diagnosis demam berdarah hanya dapat dipastikan dengan menggabungkan riwayat epidemiologi, gejala, tanda, dan hasil tes laboratorium. Diantaranya, hasil laboratorium memainkan peran kunci, serologi dan pengujian asam nukleat virus adalah standar emas untuk mengkonfirmasi diagnosis, yang disebut riwayat epidemiologi, yaitu dalam kehidupan sehari-hari dapat bersentuhan dengan tikus, seperti makan makanan yang terkontaminasi oleh tikus, atau bahkan digigit tikus. Gejala khas demam berdarah dapat diringkas sebagai tiga merah dan tiga nyeri, tiga nyeri, yaitu sakit kepala, nyeri orbital dan sakit pinggang, tiga kemerahan, yaitu pembilasan dan pendarahan pada kulit wajah, leher dan dada bagian atas, 2. Pendarahan subkutan, oliguria atau bahkan anuria juga dapat dilihat di klinik. 3. Hasil tes positif antibodi terhadap demam berdarah, positif asam nukleat atau isolasi hantavirus dalam serum.