Di masa lalu, TMS memiliki penggunaan yang sangat terbatas dan hanya digunakan untuk mengubah fungsi otak untuk sementara waktu guna meningkatkan kinerja pada tes, seperti subjek yang menekan tombol dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat setelah otak distimulasi. Studi ini menunjukkan bahwa TMS dapat digunakan untuk meningkatkan daya ingat dengan lebih baik, dengan efektivitas yang bertahan hingga 24 jam setelah stimulasi saat ini. Menemukan Titik Paling Efektif Stimulasi langsung pada hipokampus menggunakan TMS tidak mungkin dilakukan karena hipokampus terletak jauh di dalam otak yang tidak dapat ditembus oleh medan magnet. Jadi, dengan menggunakan pemindaian MRI, Vos dan rekan-rekannya mengidentifikasi wilayah otak permukaan hanya beberapa sentimeter dari tengkorak yang memiliki tingkat konektivitas yang tinggi dengan hipokampus. Vos ingin melihat apakah dengan menstimulasi lapisan ini secara langsung, dapat menstimulasi hipokampus. Jawabannya ternyata ya. Ketika TMS diterapkan untuk merangsang lapisan dangkal ini, wilayah otak yang terlibat dalam hipokampus semuanya menjadi tersinkronisasi satu sama lain, seperti yang dikonfirmasi oleh data MRI subjek, yang merekam aliran darah di otak, yang dapat digunakan sebagai ukuran tidak langsung dari aktivitas saraf. Semakin banyak kerja sama regional di otak yang dihasilkan dari stimulasi arus listrik, semakin besar kemampuan orang untuk mempelajari hal-hal baru.