Tujuan Untuk mengeksplorasi kelayakan persalinan pervaginam untuk kehamilan kedua setelah operasi caesar. Metode Analisis retrospektif dilakukan pada 56 kasus pasca operasi caesar dengan kehamilan kedua yang membutuhkan persalinan pervaginam, dan 26 kasus operasi caesar pertama pada periode yang sama dipilih secara acak sebagai kontrol, di mana 30 kasus pasca operasi caesar dengan persalinan pervaginam dibandingkan dengan 30 kasus rahim non-keloid dengan persalinan pervaginam pada periode yang sama dipilih secara acak sebagai kontrol. Hasil Tiga puluh dari 56 kasus percobaan persalinan pervaginam berhasil, dengan tingkat keberhasilan 53,57%. Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada kejadian asfiksia neonatal, perdarahan pascapersalinan dan ruptur uteri pada kelompok persalinan pervaginam setelah bedah caesar dibandingkan dengan kelompok kontrol (P>0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (P<0,05) pada perdarahan yang lebih banyak dan rata-rata rawat inap yang lebih lama pada operasi caesar berulang dibandingkan dengan operasi caesar setelah persalinan pervaginam. Perdarahan pascapersalinan, kejadian perlengketan parah dan waktu operasi lebih tinggi pada operasi caesar berulang dibandingkan dengan kelompok operasi caesar pertama dan perbedaannya signifikan secara statistik. Kesimpulan Persalinan pervaginam pada kehamilan kedua setelah operasi caesar dapat dilakukan.