Pengetahuan tentang dermatitis Cryptomeria

Dermatitis kriptosporidium adalah dermatitis akut yang disebabkan oleh kontak dengan cairan tubuh kriptosporidium berbisa. Diagnosis singkat】 1. Karakteristik lesi: kelompok lurik, bercak atau bintik-bintik eritematosa dengan lepuh kecil yang padat dan bintil-bintil, beberapa di antaranya menyatu membentuk lepuh besar, yang dapat diikuti oleh erosi dan pengerasan kulit. 2 . Distribusi: Biasanya terjadi pada area yang terbuka seperti wajah, leher, tungkai, dll. 3 . Gejala yang dirasakan sendiri: ditandai dengan rasa gatal, rasa sakit seperti terbakar atau sensasi terbakar. 4 . Dapat disertai dengan demam, pusing, mual, muntah, pembesaran kelenjar getah bening lokal, dll. 5. Penyakit ini lebih sering terjadi pada musim panas dan musim gugur setelah hujan dan cuaca gerah. 1. Jika Anda menemukan serangga terbang yang terbang berkelompok di bawah lampu, semprotkan insektisida. 2. Jangan tidur di bawah lampu. 3 . Setelah Anda menemukan tubuh cryptophid di kulit Anda, segera tiup atau cabut dengan lembut, jangan menepuk dan menghancurkannya dengan tangan Anda. Cegah kontak dengan cairan tubuhnya. Pengobatan】 1. Jika ruam sudah muncul, cuci kulit dengan sabun dan air sesegera mungkin. 2. Pengobatan topikal: oleskan salep glukokortikoid atau losion glibenklamid secara eksternal. Jika terdapat bintil-bintil, tambahkan salep antibakteri (mupirocin). Jika bintil-bintil tersebut menyatu menjadi bercak atau vesikel dan mengeluarkan cairan, obati sesuai dengan prinsip-prinsip dermatitis akut, dengan menggunakan kompres basah dingin larutan kalium permanganat 1:5000, lalu oleskan minyak seng oksida. 3. Minum antihistamin secara internal: loratadine, parasetamol, dll.