Bagaimana cara mencegah emboli cairan ketuban

Pencegahan emboli air ketuban meliputi penggunaan kontraksi yang benar, pecahnya ketuban di antara kontraksi dan menghindari cedera lahir selama persalinan. 1. Penggunaan uterotonin yang benar: Penggunaan uterotonin yang tidak rasional dapat menyebabkan rahim berkontraksi secara berlebihan, yang menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga ketuban. Jika tekanan dalam rongga ketuban terlalu tinggi dan melebihi tekanan hidrostatik, air ketuban dapat menekan pembuluh darah yang pecah dan masuk ke dalam tubuh ibu, menyebabkan emboli air ketuban. 2. Memecahkan ketuban di antara kontraksi: Jika ketuban pecah secara artifisial selama periode kontraksi, unsur-unsur yang terbentuk dalam cairan ketuban dapat masuk ke dalam sirkulasi ibu melalui pembuluh darah kecil yang pecah selama kontraksi dan menyebabkan emboli cairan ketuban. 3. Menghindari trauma kelahiran selama persalinan: jika terjadi ruptur uteri, laserasi serviks, atau pecahnya sinus darah selama persalinan, air ketuban dapat masuk ke dalam sirkulasi ibu melalui pembuluh darah yang pecah. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan selama kehamilan, Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.