Bagaimana emboli cairan ketuban disebabkan

Emboli air ketuban adalah serangkaian perubahan patofisiologis yang disebabkan oleh masuknya air ketuban ke dalam sirkulasi ibu, yang mengakibatkan hipertensi pulmonal, hipoksia, dan kegagalan multi-organ. Timbulnya emboli air ketuban cepat, kondisinya agresif, onsetnya tidak dapat diprediksi, dan tingkat morbiditas dan mortalitasnya tinggi. Etiologi emboli air ketuban masih belum jelas, dan ada beberapa teori tentang patogenesisnya: 1. Tekanan yang berlebihan dalam rongga ketuban: janin terbungkus dalam selaput ketuban di dalam tubuh ibu. Setelah persalinan, terutama pada tahap kedua persalinan, ketika rahim berkontraksi, tekanan dalam rongga ketuban meningkat. Ketika tekanan dalam rongga ketuban lebih tinggi daripada tekanan darah vena, cairan ketuban diperas ke dalam sirkulasi ibu. 2. Pecahnya sinus darah: Setelah pecahnya sinus darah akibat cedera pada leher rahim atau tubuh rahim, air ketuban dapat masuk ke dalam sirkulasi darah ibu melalui pembuluh darah yang pecah atau sinus darah di belakang plasenta. 3. Pecahnya ketuban: Penelitian saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar emboli air ketuban terjadi setelah pecahnya ketuban, dan air ketuban dapat masuk ke dalam sirkulasi melalui pembuluh darah kecil yang pecah. Emboli cairan ketuban lebih mungkin terjadi pada wanita usia lanjut, wanita PMS, wanita dengan cairan ketuban berlebih, kehamilan kembar, kontraksi rahim yang kuat, dan wanita yang melahirkan dalam keadaan darurat. Begitu terjadi, diperlukan resusitasi agresif.