Kekurangan limpa pada bayi biasanya ditandai dengan pencernaan yang lemah dan sering diare atau kehilangan nafsu makan. Penanganan defisiensi limpa pada bayi yang baru lahir dan anak-anak pada umumnya dapat dimulai dengan pengaturan pola makan. Rasa kenyang yang berlebihan bisa menambah beban pencernaan anak kecil, terutama pada malam hari, dan bisa membuat defisiensi limpa mereka lebih parah. Oleh karena itu, untuk bayi sebelum usia tujuh tahun, makan setelah makan malam harus dikontrol, dengan sesedikit mungkin atau tanpa makanan sama sekali, agar tidak mengganggu istirahat normal limpa dan perut di malam hari. Bayi dengan defisiensi limpa tidak boleh makan lebih banyak makanan dingin, seperti minuman dingin dan es krim, dan harus mengembangkan kebiasaan makan makanan panas. Dianjurkan juga untuk makan makanan yang tidak terlalu dingin seperti semangka, pir dan kepiting. Bayi-bayi ini harus makan lebih banyak makanan hangat, seperti daging babi, labu dan ceri dan kembang kol. Mereka juga dapat makan lebih banyak makanan yang bermanfaat bagi qi dan memperkuat limpa, seperti hawthorn, kurma merah, biji coix, ubi dan lentil putih. Selain itu, makan sup yang melindungi limpa, seperti sup ikan segar, sup daging babi tanpa lemak dengan kurma merah, dan sup daging sapi, dapat meningkatkan fungsi limpa dan perut. Limpa yang kurang memiliki dampak yang besar pada pencernaan bayi dan tidak kondusif untuk pertumbuhan. Limpa bayi dapat perlahan-lahan dikembalikan ke normal dengan makan lebih banyak makanan panas dan hangat dan mengurangi makanan dingin.