Fokus pelatihan
1.Meningkatkan koordinasi dan fleksibilitas gerakan bayi, sehingga gerakan berjalan dan keterampilan manual dapat lebih ditingkatkan.
2. Memberikan lingkungan dengan stimulasi yang tepat kepada anak-anak untuk mendorong perkembangan persepsi sensorik, perhatian dan keterampilan memori bayi.
3.Ciptakan lingkungan gerakan yang menyenangkan bagi bayi untuk mempercepat perkembangan gerakan dan keterampilan mereka.
4. Terus memperluas kosakata bayi dan meningkatkan pemahaman mereka tentang bahasa.
I. Pengembangan keterampilan kognitif
1. Mengembangkan keterampilan observasi. Pengamatan adalah aktivitas sensori-perceptual yang bertujuan dan merupakan cara utama untuk mengembangkan kecerdasan. Oleh karena itu, untuk mengembangkan keterampilan observasi mereka, mereka harus mulai dengan mengembangkan kemampuan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, dan peraba, dimulai dengan hal-hal yang mereka minati dan perhatikan, dan secara sadar membimbing mereka untuk mengamati sesuatu.
(1) Mengamati karakteristik berbagai hal. Ukuran, bentuk, warna, dll. Mulailah dengan identifikasi bentuk dan warna dasar. Tidak perlu meminta anak-anak untuk mengingat nama-nama bentuk dan warna pada tahap ini, melainkan untuk memahami arti kata ‘bentuk’ dan ‘warna’.
(2) Mengembangkan stabilitas perhatian anak-anak dan memperluas jangkauan perhatian.
2. Perkembangan memori. Memori anak-anak adalah hasil akumulasi informasi yang diperoleh oleh organ-organ sensorik mereka. Dengan ingatan, anak-anak bisa menunjukkan kemajuan harian.
(1) Latihan memori fisik. Biarkan anak-anak menemukan mainan yang mereka butuhkan berdasarkan ingatan mereka.
(2) Penguatan latihan ingatan.
3. Pengembangan keterampilan berpikir. Kegiatan berpikir anak didasarkan pada objek fisik dan kegiatan konkret di sekitar mereka, dalam kegiatan eksplorasi dan persepsi yang konsekuen. Oleh karena itu, faktor yang paling penting dalam mempromosikan perkembangan keterampilan berpikir bayi adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk menggunakan tangan dan otak mereka, memberikan kesempatan untuk beraktivitas.
(1) Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah anak-anak. Kata-kata dapat membantu anak-anak untuk memilih solusi mereka sendiri terhadap masalah, serta memperluas kemungkinan menggunakan solusi tersebut dalam memecahkan masalah yang serupa.
(2) Mengembangkan kelenturan berpikir. Ajarkan anak-anak cara yang berbeda untuk bermain dengan mainan yang sama dan arahkan perhatian mereka pada berbagai kegunaan suatu benda dalam kehidupan sehari-hari mereka untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mereka.
4.Pengembangan imajinasi dan kreativitas
(1) Mengidentifikasi suara.
(2) Melakukan bayangan tangan.
(3) Melihat gambar.
Pengembangan keterampilan motorik
1.Terus melatih kemampuan anak untuk berjalan secara mandiri, berjalan dengan mantap, dan meningkatkan koordinasi motorik dan keseimbangan tubuh.
2.Mengembangkan gerakan berjalan, jongkok, dan membungkuk anak-anak.
3.Melatih anak-anak untuk bangun dari tempat tidur.
4.Melatih ketangkasan dan akurasi manual anak-anak. Menggambar garis, menggambar diagram geometris sederhana, membuat balok dan tali plastik benang, dll.
Menumbuhkan kebiasaan dan keterampilan hidup
1.Tidur: Selain tidur malam, anak dapat tidur dua kali di siang hari, selama 1,5 ~ 2 jam setiap kali.
2.Makan. Setelah disapih, beri makan sekitar 4~5 kali sehari, yang bisa diatur pada waktu sarapan, makan siang dan makan malam, serta pada siang hari ketika Anda bangun dari tidur. Kembangkan kebiasaan makan secara teratur dan memposisikan makanan, dan dorong anak-anak untuk makan sendiri. Kembangkan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
3. Melatih anak-anak untuk melakukan apa yang mereka bisa lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan kemandirian mereka.
Pengembangan keterampilan interaksi sosial
1.Ajarkan anak-anak untuk memperlakukan orang lain dengan sopan. Perhatikan norma-norma perilaku dan pendidikan moral.
2.Memperluas pengetahuan anak-anak dan meningkatkan pemahaman dan ekspresi bahasa.
V. Latihan komprehensif: latihan kinerja dan permainan adalah metode yang baik untuk pendidikan anak usia dini.