Zat berbahaya dalam tembakau dapat meningkatkan frekuensi serangan panik dan bahkan memicu berbagai penyakit, sehingga tidak disarankan bagi penderita serangan panik untuk merokok. Nikotin dan zat-zat lain dalam tembakau akan merangsang saraf simpatik jantung, yang akan memperburuk tingkat kepanikan dan meningkatkan frekuensi serangan panik. Merokok dalam jangka panjang juga akan menyebabkan aterosklerosis, memicu hipertensi, penyakit jantung koroner, infark otak dan banyak penyakit serius lainnya. Selain itu, merokok juga menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti menyebabkan bronkitis pada sistem pernapasan, penyakit paru obstruktif kronik, dll. Pada saat yang sama, merokok merupakan faktor risiko independen untuk penyakit jantung aterosklerosis koroner. Oleh karena itu, merokok tidak dianjurkan. Dianjurkan untuk berolahraga secara wajar, berhenti merokok dan minum, makan makanan yang ringan, dan beristirahat secara teratur. Jika serangan panik sering terjadi atau berlangsung lama, silakan dapatkan bantuan medis.