Gejala gangguan pencernaan pada anak-anak

  Ini adalah sindrom klinis yang paling umum pada pediatri. Patogenesisnya tidak jelas, tetapi umumnya dianggap terkait dengan gangguan disfungsional gastrointestinal, fungsi saraf tanaman visceral yang abnormal, sekresi asam lambung yang abnormal, infeksi Helicobacter pylori dan faktor psikosomatik.  Gejala klinis utama adalah ketidaknyamanan perut bagian atas, kembung atau nyeri, nafsu makan menurun, rasa kenyang lebih awal, bersendawa, mual dan muntah. Selain itu, banyak anak yang memiliki gejala psikosomatik seperti neurosis dan kecemasan, yang bisa berulang dan biasanya dapat bermanifestasi sebagai episode tunggal atau bersamaan. Gejala-gejala ini bisa menyebabkan malnutrisi dan retardasi pertumbuhan, jika gejala-gejala ini berulang dalam jangka waktu yang lama.  Perawatan umum dianjurkan untuk memperbaiki gaya hidup dan struktur diet anak, seperti kombinasi daging dan sayuran, tidak pilih-pilih makanan, tidak makan sebagian, dan perubahan kebiasaan buang air besar, dll. Selain itu, kemungkinan patologi yang terkait dengan gejala, seperti infeksi H. pylori, motilitas gastrointestinal yang abnormal, dan gangguan sekresi asam lambung, harus dihilangkan. Selain itu, obat oral untuk mengatur flora usus seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus dapat diberikan (silakan merujuk pada petunjuk dokter Anda untuk obat tertentu). Pengobatan Tiongkok juga efektif dalam mengobati gangguan pencernaan pada anak-anak, yang secara umum diyakini disebabkan oleh kelemahan limpa dan lambung, serta transportasi dan transformasi yang tidak normal.  Kesimpulannya, ada banyak penyebab gangguan pencernaan pada anak-anak dan berbagai faktor yang mempengaruhinya.