Jerawat, juga dikenal sebagai jerawat, adalah penyakit kulit yang paling umum selama masa remaja, dengan puncak kejadian antara usia 10-17 tahun untuk wanita dan 14-19 tahun untuk pria. Menurut statistik, lebih dari 90% orang pernah menderita jerawat dalam berbagai tingkatan. Ini terjadi di daerah dengan kelenjar sebaceous yang melimpah, seperti wajah dan dada serta punggung. Setelah usia 30 atau 40 tahun, “jerawat” yang mengganggu muncul di wajah dan disebut “jerawat dewasa”. Penyebab jerawat terutama terkait dengan: (1) gangguan hormonal; (2) sekresi dan penguraian sebum; (3) keratinisasi sel epidermis dari pori-pori folikel dan penutupan pori-pori folikel; dan (4) pertumbuhan bakteri anaerob yang menyebabkan peradangan bernanah. Oleh karena itu, pengobatan jerawat harus diarahkan pada keempat penyebab utama jerawat tersebut, dan tidak boleh terburu-buru dan harus dilakukan secara bertahap. Salah satu kesalahpahaman tentang jerawat: Beberapa orang percaya bahwa jerawat adalah simbol kemudaan dan bukan penyakit, dan tidak berdampak pada kehidupan. Secara khusus, bekas luka permanen yang disebabkan oleh jerawat dapat menyebabkan tekanan psikologis untuk mencari pekerjaan dan persahabatan di masa depan. Oleh karena itu, sikap terhadap jerawat haruslah dengan mengobatinya sedini mungkin. Mitos #2 tentang jerawat: Makanan dan jerawat memiliki hubungan yang penting. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian medis berskala besar di beberapa negara secara konsisten menunjukkan bahwa jerawat tidak berhubungan dengan makanan dan minuman. Kecuali jika pasien menegaskan bahwa jerawat diperparah oleh makanan tertentu, tidak perlu “pantang” makan. Ketiga, beberapa pasien percaya bahwa kulit mereka terkontaminasi atau kekurangan nutrisi. Mereka secara membabi buta menggunakan air panas atau alkohol atau deterjen yang kuat untuk menggosok kulit mereka beberapa kali. Hal ini kontraproduktif dan malah akan menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit untuk mempercepat infeksi bakteri, sehingga memperparah kondisi jerawat. Cara mencuci muka yang lebih baik adalah dengan menggunakan asam buah atau asam salisilat dengan konsentrasi rendah selama 30-60 detik, lalu basuh wajah dengan air hangat 2-3 kali. Selain itu, hindari mengoleskan produk perawatan kulit berminyak untuk mencegah penyumbatan pori-pori dan memperparah jerawat. Kesimpulannya, jerawat adalah penyakit kulit fisiologis dan patologis campuran, dan patogenesis serta faktor-faktor yang mempengaruhinya telah dijelaskan dengan jelas. Sekarang ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia di berbagai tingkatan. Namun, konsultasi dengan spesialis untuk mengidentifikasi penyebab jerawat dan metode pengobatan yang tepat adalah jaminan pengobatan yang efektif.