Gejala Insufisiensi Luteal

  Fungsi luteal dapat dipahami sebagai kemampuan korpus luteum untuk mensekresikan progesteron, karena fungsi utama progesteron adalah untuk mengubah endometrium untuk mempersiapkan wanita untuk kehamilan, jadi ketika fungsi luteal tidak mencukupi, itu akan menyebabkan transformasi endometrium yang tidak mencukupi, mengakibatkan serangkaian gejala klinis seperti menstruasi tidak teratur, anemia, infertilitas atau keguguran.  1. Haid tidak teratur. Gejala utamanya adalah menstruasi yang berkepanjangan (hingga 10 hari atau lebih), siklus menstruasi yang memendek dan peningkatan frekuensi menstruasi akibat menstruasi yang berkepanjangan, dan dalam beberapa kasus, pendarahan selama ovulasi disertai nyeri perut bagian bawah.  2. Anemia. Penderita rentan terhadap anemia karena jumlah darah menstruasi yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Penderita lemah, sering merasa letih, lemas, dan memiliki nafsu makan yang buruk untuk tidur.  3. Ketidaksuburan. Korpus luteum tidak menyusut, merosot atau hanya merosot sebagian sesuai jadwal karena fungsi luteal yang tidak mencukupi, dan terus mensekresi sedikit progesteron, mengakibatkan endometrium tidak dapat mengelupas dalam waktu normal, sementara endometrium pramenstruasi tetap dalam tahap sekresi awal.  4. Keguguran. Sekresi korpus luteum yang tidak mencukupi untuk menghasilkan progesteron yang cukup untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan embrio yang normal sering menyebabkan keguguran atau bahkan abortus habitualis.  Pasien disarankan untuk dirawat di rumah sakit tepat waktu untuk memastikan diagnosis mereka.