Sensitivitas dentin, umumnya dikenal sebagai “gigi terbalik”, terutama mengacu pada rasa sakit yang bersifat sementara dan tajam yang disebabkan oleh rangsangan dingin, panas, asam, manis, dan rangsangan lainnya. Penyebab utamanya adalah karena penggunaan sikat gigi dengan bulu sikat yang terlalu keras, menyikat gigi dengan kekuatan yang terlalu besar, metode penyikatan yang salah yang mengakibatkan kerusakan email pada leher gigi, atau mengunyah makanan yang keras dalam jangka waktu lama, menggeretakkan gigi pada malam hari yang mengakibatkan keausan gigi, atau resesi gusi yang menyebabkan dentin terpapar. Untuk pencegahan dan pengobatan sensitivitas dentin, disarankan untuk: (1) berkumur setelah makan; (2) mengurangi asupan makanan dan minuman asam; (3) tidak langsung menyikat gigi setelah makan makanan dan minuman asam, lalu menyikat gigi satu jam kemudian; (4) memilih sikat gigi yang berkualitas, menerapkan metode menyikat gigi yang benar, dan menghindari menyikat gigi dengan tenaga yang berlebihan; (5) menggunakan pasta gigi anti sensitif, dan jika tidak ada efek yang jelas setelah 4-8 minggu, Anda harus mencari nasihat medis.