Terjadinya tremor bergetar berarti ensefalopati hepatik telah memasuki stadium klinis 1 atau lebih, dengan gangguan siklus aktivitas saraf pusat serta kelainan gerakan dan refleks saraf.
Terjadinya tremor berkibar pada pasien dengan ensefalopati hepatik biasanya disebabkan oleh keracunan amonia pada jaringan otak dan kerusakan saraf di otak, yang terutama dimanifestasikan oleh fleksi tiba-tiba dan pelurusan pergelangan tangan yang cepat saat pasien mengulurkan jari-jari dan pergelangan tangan secara horizontal, dan tremor tersebut bersifat hiperetik, mirip dengan kepakan sayap burung.
Tremor berkibar adalah dasar yang paling langsung dan kuat untuk mendiagnosis terjadinya ensefalopati hepatik, yang umumnya terlihat pada tahap 1, 2 dan 3 ensefalopati hepatik, dan kemunculannya menunjukkan bahwa pasien mungkin mengalami disfungsi pusat yang lebih tinggi, seperti perubahan kepribadian, penurunan intelektual, gangguan perilaku, dll.; dan mungkin juga memiliki gerakan dan refleks yang tidak normal, seperti hiperrefleksia dan mioklonus.
Singkatnya, setelah munculnya tremor bergetar pada ensefalopati hepatik, perlu untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan melakukan perawatan di bawah bimbingan dokter.