Diagnosis dan pengobatan bintil gatal

Ruam nodular gatal adalah kondisi kulit inflamasi kronis yang melibatkan perkembangan bintil-bintil yang sangat gatal pada sisi ekstensor tungkai. Etiologi Penyebabnya tidak diketahui. Pasien cenderung mengalami alergi, dan banyak yang dipicu oleh gigitan nyamuk. Beberapa pasien mungkin juga memiliki gangguan pencernaan dan gangguan endokrin yang terkait. Sebagian besar kasus bintil gatal merupakan masalah kulit yang sederhana, tetapi terkadang dapat menjadi manifestasi penyakit sistemik seperti AIDS dan penyakit limfatik, sementara beberapa kondisi kulit lainnya, seperti lichen planus dan lepuh, memiliki manifestasi kulit yang serupa. Statistik juga menemukan bahwa ada hubungan antara ruam gatal nodular dan suasana hati individu. Gejala klinis Nodul gatal paling sering terjadi pada orang dewasa muda berusia antara 20 dan 60 tahun, dan dapat terjadi pada pria dan wanita. Manifestasi utama adalah munculnya bintil pada ekstremitas, terutama pada sisi ekstensor, yang keras dan memiliki tepi berpigmen yang tidak beraturan. Banyak pasien mulai dengan papula dan herpes di lokasi gigitan serangga, yang secara bertahap berkembang menjadi bintil yang lebih keras dan berbentuk setengah bola. Bintil-bintil ini biasanya berwarna merah marun, coklat tua atau warna kulit normal dan biasanya tidak menyatu membentuk bercak. Bintil-bintil tersebut sangat gatal dan rasa gatal berlangsung selama beberapa menit hingga satu atau dua jam setiap kalinya. Rasa gatalnya sangat parah sehingga kulit sering digaruk dan berdarah. Rasa gatal biasanya lebih terasa pada malam hari dan saat stres. Diagnosis Tidak diperlukan tes khusus untuk mendiagnosis kondisi ini. Dokter yang berpengalaman biasanya dapat memastikan diagnosis berdasarkan lokasi, bentuk, dan rasa gatal pada bintil. Prinsip pengobatan Pencegahan berbagai pemicu seperti gigitan serangga dapat bermanfaat. Ketika bintil dan rasa gatal muncul, antihistamin dan obat penenang dapat meringankan gejalanya; kortikosteroid dapat digunakan pada kasus yang parah. Obat antipruritic topikal, selain steroid yang kuat, tidak banyak membantu. Suntikan steroid ke dalam lesi, atau obat steroid, sekarang lebih umum digunakan. Beberapa orang juga diobati dengan krioterapi, di mana satu lesi dibekukan, tetapi metode ini cenderung meninggalkan bekas dan bekas luka berpigmen.