Dikatakan bahwa kuku adalah barometer kesehatan dan kelainan pada kuku kemungkinan besar merupakan pertanda awal dari penyakit. Hal ini juga berlaku untuk bayi dan anak-anak, yang kukunya seharusnya berwarna merah muda, dengan permukaan yang halus, mengkilap, sedikit melengkung, dan bertekstur keras. Kita sering melihat berbagai kelainan pada kuku bayi, jadi apa saja kelainan utama pada kuku bayi dan apa penyebabnya? Performa abnormal kuku bayi yang paling umum adalah munculnya alur melintang pada lempeng kuku, lempeng kuku mudah terkelupas, lempeng kuku muncul bintik-bintik putih, lempeng kuku muncul peninggian krista, kuku menjadi tipis dan rapuh, lempeng kuku muncul retakan memanjang, penyebab penyakit lebih kompleks, dijelaskan secara singkat di bawah ini. 1. Lekukan lempeng kuku yang menyilang Ketika bayi memiliki lempeng kuku yang menyilang, kemungkinan besar ia baru saja mengalami penyakit demam seperti campak, demam berdarah, atau pneumonia. 2. Bintik-bintik putih di lempeng kuku Jika bintik-bintik putih atau bintik-bintik putih flokulan muncul di kuku bayi Anda, itu mungkin karena anemia, kekurangan gizi atau penyerapan nutrisi yang buruk, atau jika ada cacing gelang di dalam tubuh atau fungsi pencernaan yang buruk. Selain itu, jika kuku hancur atau mengalami trauma dan sel-sel matriks kuku di dasar kuku rusak, hal ini juga dapat menyebabkan bintik-bintik putih atau bintik-bintik putih flokulan pada lempeng kuku. 3. Kekasaran lempeng kuku, peninggian seperti jambul Sebagian besar juga merupakan manifestasi dari malnutrisi kuku, yang berkaitan dengan kurangnya banyak vitamin dan elemen jejak dalam tubuh, sehingga mengakibatkan kekurangan nutrisi tersebut, seperti pola makan anak terlalu halus, konsumsi biji-bijian kasar kurang, diare, muntah-muntah membuat penyerapan nutrisi terganggu, sering kedinginan dan demam, metabolisme tinggi karena meningkatnya permintaan nutrisi dan suplementasi yang tidak mencukupi. 4. Pengelupasan lempeng kuku Jika kuku bayi terkelupas dari setengah kuku, mudah rontok dan secara bertahap melibatkan lebih dari satu kuku, itu mungkin terkait dengan penyakit virus, yang paling umum adalah penyakit tangan, kaki, dan mulut. 5. Duri di samping kuku Jika duri muncul di samping kuku dan tidak sembuh dalam waktu yang lama, mungkin disebabkan oleh kekurangan vitamin A, C, E atau seng dalam tubuh, sehingga orang tua disarankan untuk mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran dan, jika perlu, obat-obatan. 6. Kemerahan dan nyeri di sekitar area kuku Kemerahan dan nyeri di sekitar area kuku, atau bahkan demam, kemungkinan besar adalah infeksi kuku akibat bakteri. Penyebab paling umum dari lesi kuku pada bayi adalah kekurangan nutrisi, rangsangan eksternal, kebiasaan menggigit jari yang buruk, dan gejala yang terkait dengan kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, pengobatannya harus berdasarkan gejala, baik dengan suplementasi nutrisi, pengobatan penyakit utama atau pengobatan lokal.