Selain pemicu umum seperti dingin di belakang telinga, angin, dan aktivitas, penyebab kelumpuhan wajah juga harus dipertimbangkan, apakah disebabkan oleh infeksi, tumor, penyakit serebrovaskular, trauma, keracunan, gangguan metabolisme, dan insufisiensi pembuluh darah. Biasanya, perhatian harus diberikan untuk menyingkirkan herpes pada telinga, diabetes melitus, otitis media, gondongan, adenoma parotis, neuroma akustik, kolesteatoma primer, tumor bola vena jugularis, aneurisma arteri basilaris, tumor pada dasar tengkorak, dan penyakit lain yang menjadi penyebab sekunder. Baik tumor itu sendiri maupun operasi pengangkatan tumor dapat menyebabkan kelumpuhan wajah. Kelumpuhan yang disebabkan oleh penyakit serebrovaskular adalah kelumpuhan wajah sentral dan perlu disingkirkan dengan radiografi. Trauma wajah, pembedahan dan injeksi obat neurotoksik di area distribusi saraf wajah seperti alkohol, penisilin dan toksin botulinum adalah penyebab trauma yang paling umum dari kelumpuhan wajah. Perhatian terhadap diagnosis yang cepat dan penanganan gejala diperlukan untuk menghindari penundaan.